9 SISWA PENGHINA GURU akan Dikirim ke Barak Militer oleh Dedi Mulyadi untuk Dapat Pembinaan
Muhammad Ulung Dzikrillah April 21, 2026 10:42 PM

- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya bertemu dengan Siswa dan siswi SMAN di Purwakarta yang viral mengejek gurunya.

Dedi Mulyadi mendatangi SMA tersebut guna melihat kondisi Siswa-siswi yang viral tersebut setelah diberikan hukuman.

Untuk diketahui, sembilan siswa dan siswi tersebut tak jadi diberikan hukuman skorsing alias dirumahkan.

Pihak sekolah memilih menggunakan saran dari Dedi Mulyadi terkait dengan hukuman untuk para siswa tersebut.

Hukumannya adalah para siswa pelaku perundungan terhadap guru diminta untuk bekerja sosial di sekolah.

Sembilan siswa dan siswi tersebut diwajibkan membersihkan sekolah setiap hari selama tiga bulan.

Tak cuma itu, mereka juga bakal dibina secara akhlak dan jati diri oleh guru BK di sekolah.

Datang ke sekolah tersebut pada hari ini, Selasa (21/4/2026), Dedi Mulyadi semringah.

Sebab para siswa yang viral mengolok-olok gurunya itu tengah melakukan ibadah.

Delapan orang murid sedang mengaji, lalu satunya lagi tengah membaca al kitab.

"Ini anak-anaknya mereka lagi refleksi. Jadi dari sembilan orang itu ada non muslim satu orang, delapannya muslim," ungkap guru BK.

"Laki-laki berapa orang?" tanya Dedi Mulyadi.

"Laki-laki ada tiga, perempuannya enam," ujar guru BK.

Penasaran, Dedi Mulyadi pun bertanya soal asal-usul sembilan siswa pelaku perundungan terhadap guru tersebut.

Pihak sekolah lantas menjelaskan bahwa sembilan murid tersebut berasal dari jalur masuk yang berbeda-beda.

Yakni ada yang masuk lewat jalur zonasi, prestasi, dan juga afirmasi.

Bukan cuma itu, Dedi juga bertanya soal kondisi keluarga dari tiap anak-anak yang bermasalah tersebut.

Diungkap guru BK, sembilan anak-anak pelaku perundungan guru itu berasal dari keluarga yang utuh, harmonis dan perekonomian menengah ke atas.

"Di rumahnya mereka (anak-anak yang olok guru) tidak ada problem psikologi?" tanya Dedi Mulyadi.

"Enggak ada," jawab guru BK.

"Enggak ada problem keluarga?" tanya Dedi Mulyadi.

"Enggak ada," imbuh guru BK.

"Problem ekonomi?" tanya Dedi Mulyadi lagi.

"Enggak ada pak, sebagian besar orangtuanya mampu, orangtuanya juga menyesali perbuatan anaknya," kata guru BK.

Lebih lanjut, sang guru menceritakan aktivitas sembilan murid tersebut setelah dapat hukuman.

Mereka diminta untuk bersih-bersih lingkungan sekolah, lalu diberikan pengajaran terkait akhlak.

"Ini dari hari senin, udah dua hari (anak-anak dibina)," kata guru BK.

"Mereka ngaji dari jam berapa sampai jam berapa?" tanya Dedi.

"Tadi mereka datang pagi bersih-bersih dulu, setelah bersih-bersih mereka ngaji bareng temannya, mereka tadarus satu hari satu juz dibagi bersembilan. Yang satu kristen, dia bawa al kitab sendiri," ungkap guru BK.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.