MISTERI Mayat Karang Pantai Gau Ungasan Terkuak! Padahal GFS Baru Saja Merantau dan Kerja di Bali
Anak Agung Seri Kusniarti April 21, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM  - Teka-teki identitas mayat laki-laki Mr X yang ditemukan hanya mengenakan celana dalam biru di atas batu karang Pantai Gau, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung akhirnya terkuak.

Aparat Polresta Denpasar berhasil mengidentifikasi korban berinisial GFS (26). Ia seorang pegawai gerai minuman es teler asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, kepastian identitas ini didapatkan setelah Tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar bersama penyidik Sat Polairud melakukan pengambilan sidik jari dan face scan terhadap jenazah di RS Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar.

“Dari hasil pemeriksaan sidik jari dan pemindaian wajah, identitas korban akhirnya muncul secara akurat,” kata Iptu Gede Adi, Selasa (21/4).

Orangtua korban, Nia Kurniasih juga telah dihubungi pihak kepolisian dan mengonfirmasi korban adalah anak kandungnya yang sudah bekerja di Bali selama kurang lebih lima bulan. Penyelidikan mendalam mengungkapkan GFS bekerja sebagai General Affairs di gerai minuman di kawasan Denpasar.

Baca juga: BREAKING News! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Terdampar di Bawah Tebing Pecatu Berhasil Dievakuasi

Baca juga: KASUS HIV Bertambah 2.039 Orang, Dinkes Catat 31 Persen Pasien dari Luar Bali 

Berdasarkan keterangan manajer tempatnya bekerja, Fernandi Hadiwinata (46), korban terakhir kali terlihat bekerja pada Sabtu (18/4). Selama bekerja, GFS dikenal tidak memiliki masalah, baik dengan rekan kerja maupun dengan perusahaan. 

Rekan kerjanya, Muhammad Arvin Pashdaran (26), bahkan sempat berbincang dengan korban pada Sabtu pagi mengenai urusan pembayaran pembuatan konten yang dijawab korban telah tuntas.

Titik terang kronologi kepergian korban mulai terlihat saat polisi mendatangi tempat kos GFS di kawasan Tegal Harum. Rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan korban keluar dari kos seorang diri menggunakan sepeda motor pada Minggu, tepat pukul 04.06 Wita.

“Kami juga melakukan penelusuran ke lokasi parkir Pantai Melasti, Kuta Selatan. Di sana, petugas menemukan sepeda motor Honda Scoopy dengan plat nomor DK 2941 QN milik korban,” kata dia.

“Selain motor, pakaian dan ponsel milik GFS juga ditemukan masih tersimpan di lokasi parkir tersebut,” tambah Iptu Gede Adi.

Mengenai kondisi fisik jenazah, hasil visum sementara dari pihak rumah sakit yang disampaikan melalui dr. Kunti menunjukkan adanya sejumlah luka fisik. “Luka-luka tersebut berupa lecet dan memar yang tersebar di area wajah, punggung tangan kanan, tungkai kanan dan kiri, serta punggung kaki kanan,” jelasnya.

Sementara itu, Nia Kurniasih mendapatkan informasi awal mengenai penemuan jenazah di Bali melalui Bhabinkamtibmas di wilayah tinggalnya di Bandung. Nia menyatakan kehilangan kontak dengan putranya sejak Minggu (19/4), hari yang sama saat jasad GFS ditemukan seorang pencari ikan di atas karang.

Saat ini, pihak kepolisian mendalami alasan dan motif keberadaan korban di Pantai Melasti hingga akhirnya ditemukan tewas di Pantai Gau.

“Penyidik masih mencari motif keberadaan korban di lokasi tersebut hingga ditemukan meninggal dunia. jenazah di RS Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, dan pihak keluarga datang ke Bali untuk melihat langsung jenazah korban,” jelas Iptu Gede Adi. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara dari RS Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, polisi juga menyebut adanya sejumlah luka fisik yang ditemukan. “Hasil koordinasi dengan tim medis, visum sementara menunjukkan adanya luka-luka yang tersebar di beberapa bagian tubuh korban,” kata dia.

“Terdapat luka lecet dan luka memar pada area wajah, punggung tangan kanan, tungkai kanan dan kiri, serta punggung kaki kanan,” papar Iptu Gede Adi.

Fakta ini diperkuat dengan rekaman CCTV di tempat kost korban di kawasan Tegal Harum Denpasar yang menunjukkan GFS pergi seorang diri pada Minggu 19 April 2026 pukul 04.06 Wita. 

“Penyidik masih mencari motif serta penyebab pasti mengapa korban berada di Pantai Melasti hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di Pantai Gau,” ucap dia.

“Kami terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab kematian korban," tegasnya.
Jenazah GFS dijemput ibunya Nia Kurniasih untuk dipulangkan ke kampung halamannya. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga. (ian)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.