Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal menitipkan kepada jamaah calon haji untuk tidak lupa mendoakan kemakmuran bagi daerahnya selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, Arab Saudi.

"Boleh saya titip satu amanah, saya titip doa untuk NTB. Siapa tahu di dalam perjalanan ibadah hajinya di tempat-tempat yang mustajab, mungkin di Raudhah atau di mana sempatkan doakan untuk NTB, apakah itu menggunakan Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah (Sasak), doakan NTB Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur," ujarnya kepada jamaah calon haji saat melepas kloter 1 asal Kabupaten Lombok Timur di Embarkasi Lombok di Asrama Haji NTB di Mataram, Selasa malam.

Iqbal berharap doa-doa yang dipanjatkan jamaah calon haji asal NTB membawa provinsi itu lebih baik, lebih makmur, lebih sejahtera, dijauhkan dari segala bencana, dan mendapat ampunan serta ridha Allah SWT.

"Jadi, saya titip amanah ini. Cuman satu itu saja yang saya minta. Jangan bawakan kami air zam-zam atau kurma. Cukup jamaah doakan saja NTB. Karena yang dibutuhkan NTB adalah doa di tengah situasi seperti ini. Semoga perjalanan para jamaah lancar, diberikan kesehatan dalam menjalankan ibadah, dan kembali sebagai haji yang mabrur, insya Allah. Aamiin Ya Robbal Alamin," tegas Iqbal.



Selain doa, Iqbal mengapresiasi dan memuji penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, sebagai salah satu yang terbaik. Karena pelaksanaan dan urusan haji tahun ini dikomandoi oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), tidak lagi di bawah Kementerian Agama.

"Ini adalah salah satu itikad baik dari Presiden Prabowo membentuk Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan pelayanan ibadah haji berjalan dengan baik," ucapnya.

Iqbal kemudian menceritakan pengalamannya selama di luar negeri, apakah itu di Maroko, Turki, Bahrain, Kuwait, dan negara-negara Islam lainnya. Ketika bertemu orang dari negara-negara tersebut yang pernah naik haji yang selalu dikenang adalah tentang jamah haji Indonesia. Di mana mereka memuji jamaah haji Indonesia itu rapi, bersih, penuh senyum, disiplin, dan ramah.

Oleh karena itu, keberangkatan para jamaah haji ke Tanah Suci, menurut dia bukan saja untuk melaksanakan ibadah haji, melainkan juga sebagai duta bangsa Indonesia dan Provinsi NTB.



"Jamaah haji dari Indonesia itu selalu dikenang jamaah dari negara lain dengan keramahannya. Ada orang tua ditolong, ada anak-anak ditolong, sehingga keberangkatan para jamaah haji bukan hanya untuk memenuhi panggilan Allah SWT, tetapi juga menjadi duta bangsa dan duta provinsi, sehingga bagaimana tindak tanduk di sana, itu lah yang akan dikenang jamaah dari negara lain. Karena itu selama ibadah para jamaah ikuti aturan, ikuti bimbingan, apa yang diarahkan pimpinan rombongan diikuti dengan baik, insya Allah itu untuk kebaikan bersama," katanya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhammad Amin mengatakan jumlah calon haji kloter 1 Embarkasi Lombok sebanyak 393 orang.

"Ada dua orang yang ditunda keberangkatannya. Namun, yang tertunda tersebut langsung diganti sesuai ketentuan sehingga untuk kloter 1 tetap lengkap 393 orang," ujarnya.

Total calon haji NTB yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 5.798 orang dalam 15 kloter. Ditambah petugas yang menyertai 80 orang, sehingga keseluruhan 5.846 orang.