15 Perusahaan Transportasi Siaga Layani Jamaah Haji Indonesia di Madinah
Abdul Azis Alimuddin April 22, 2026 01:22 AM

Hasim Arfah
Wartawan Tribun Timur dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM - Menjelang kedatangan jamaah haji Indonesia, pergerakan di sektor transportasi Daerah Kerja (Daker) Madinah mulai terasa semakin intens.

6.000 bus disiapkan mengangkut jamaah selama musim haji 2026.

Kloter pertama tiba di Madinah hari ini, Selasa (22/4/2026), menjadi awal dari gelombang besar pergerakan jamaah dari bandara menuju hotel.

Kepala Seksi Transportasi Daker Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, memastikan kesiapan tersebut bukan tanpa perencanaan matang.

Tahun ini, pemerintah bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi untuk mendukung mobilitas jamaah.

Mayoritas armada yang digunakan merupakan bus besar tipe coach, dengan kapasitas 45 hingga 51 penumpang.

Namun, untuk menjaga kenyamanan, jumlah jamaah dalam satu bus dibatasi maksimal 42 orang.

“Ini layanan antar kota perhajian. Kita gunakan bus besar, tapi jumlah penumpang tetap kita batasi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Daker Madinah, Senin (21/4/2026).

Di sisi lain, kesiapan tak hanya soal armada.

Tim transportasi juga menyiapkan dokumen detail untuk setiap kedatangan jamaah, mulai dari jumlah penumpang, asal embarkasi, hingga pembagian bus.

Setiap rombongan akan tercatat secara rinci, termasuk petugas transportasi yang bertanggung jawab atas pergerakan mereka.

Dari bandara menuju hotel di Madinah, alur pergerakan jamaah relatif sederhana.

Jarak tempuh sekitar satu jam menjadi keuntungan tersendiri dalam pengaturan mobilisasi.

Koordinasi dilakukan secara cepat antara pihak bandara dan petugas di hotel.

“Begitu jamaah diberangkatkan dari bandara, informasi langsung kami terima. Jadi hotel sudah siap sebelum mereka tiba,” jelas Muslichuddin.

Antisipasi juga disiapkan untuk kondisi tak terduga, seperti jamaah yang tertinggal.

Jika itu terjadi, petugas akan menyiapkan kendaraan alternatif di luar bus utama, termasuk kendaraan operasional maupun minibus.

Sementara itu, suasana di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah juga menunjukkan kesibukan yang tak kalah penting.

Bandara ini bukan sekadar pintu masuk, tetapi menjadi titik awal penentu kelancaran pelayanan jamaah sejak tiba di Tanah Suci.

Petugas haji Daker Bandara terlihat melakukan orientasi lapangan dengan menyisir berbagai titik vital.

Mereka memetakan ulang alur layanan yang mengalami sejumlah penyesuaian dari otoritas Arab Saudi.

Tenaga Penghubung Indonesia–Arab Saudi wilayah bandara, M Yusuf Bahar, menegaskan pentingnya pemahaman detail lokasi bagi petugas.

Salah satu fokus utama berada di area Makkah Route, jalur khusus fast track bagi jamaah dari empat embarkasi besar: Jakarta, Solo, Surabaya, dan kini Makassar.

Tahun ini menjadi momen baru bagi Makassar yang untuk pertama kalinya masuk dalam skema fast track.

“Jamaah bisa langsung keluar bandara dan menuju bus dalam waktu 15 sampai 20 menit,” ujar Yusuf.

Jumlah jamaah menggunakan layanan ini meningkat sekira 18 persen dibanding tahun sebelumnya, membuat kesiapan petugas menjadi semakin krusial.

Bagi jamaah non-fast track, alur keluar diarahkan melalui gate 3 dan 4 menuju Hajj Pavilion—area transit yang dilengkapi fasilitas pendingin ruangan, toilet, hingga layanan kesehatan.

Perubahan juga terjadi pada sistem distribusi bagasi.

Kini, seluruh koper jamaah, baik fast track maupun reguler, dipusatkan di satu gedung khusus.

Langkah ini diyakini dapat mempercepat distribusi, meski membutuhkan pengawasan yang lebih ketat.

“Kami siapkan tim khusus untuk mengendalikan seluruh pergerakan bagasi,” kata Yusuf.

Gelombang pertama jamaah haji Indonesia akan tiba di Madinah mulai 22 April hingga 6 Mei 2026.

Kloter perdana dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede dijadwalkan mendarat pukul 06.50 waktu setempat.

Selanjutnya, gelombang kedua akan masuk melalui Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026, sebelum seluruh jamaah bergerak menuju puncak ibadah haji di Arafah pada 26 Mei 2026.

Dengan peningkatan jumlah jamaah dan penyesuaian sistem layanan, seluruh rangkaian kedatangan ini menjadi momentum penting bagi kesiapan petugas dalam memastikan perjalanan ibadah berjalan lancar sejak langkah pertama.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.