TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (50) menolak rencana pemangkasan anggaran program penanganan stunting dan miskin ekstrem.
Disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Sulawesi Selatan Tahun 2027 di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/4/2026).
Sekretaris DPD Gerindra Sulsel ini menambahkan, keberlanjutan program sangat bergantung pada konsistensi dukungan anggaran, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
Ia menjelaskan, angka stunting di Gowa saat ini mulai menunjukkan tren penurunan.
Namun, kondisi tersebut justru diiringi dengan berkurangnya alokasi anggaran.
"Kita di Gowa angka stuntingnya sudah mulai menurun, tetapi justru anggarannya ikut berkurang. Jika anggaran dikurangi, tentu ada risiko angka stunting kembali meningkat," ujarnya.
Wawan sapaannya, menekankan capaian tersebut bukan hal instan, melainkan hasil kerja kolaboratif lintas sektor.
Mulai dari pemerintah desa hingga instansi vertikal terlibat dalam upaya penurunan stunting.
Karena itu, Wawan meminta agar keberhasilan yang telah dicapai tidak diikuti dengan pengurangan dukungan anggaran.
Selain stunting, ia juga mengungkapkan tren penurunan angka kemiskinan ekstrem di Gowa.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa program berbasis masyarakat berjalan efektif.
Ia pun berharap pemerintah pusat dan provinsi dapat menjadikan capaian tersebut sebagai dasar untuk tetap menjaga, bahkan meningkatkan dukungan anggaran.
"Pemprov Sulsel diharapkan menjadi playmaker yang menyambungkan kebijakan pusat dengan kebutuhan daerah," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting merupakan agenda strategis.
Upaya tersebut membutuhkan keterpaduan lintas sektor agar berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Pendekatan penanggulangan kemiskinan harus komprehensif, terkoordinasi lintas sektor, dan berkelanjutan," katanya.
Jufri Rahman menambahkan, setiap daerah perlu terus mengevaluasi indikator keberhasilan agar program yang dijalankan semakin tepat sasaran.
Musrenbang Tematik Sulsel ini menjadi forum penting dalam menyelaraskan strategi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Melalui forum tersebut, diharapkan sinergi antarlevel pemerintahan semakin kuat, sehingga target penurunan stunting dan kemiskinan, khususnya di Gowa, dapat tercapai secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Gowa didampingi Sekda Gowa Andy Azis Peter, Kepala Bappeda Sujjadan, Kepala Balitbangda Taslim dan Kepala Dinas Perdastri Gowa Muh Fajaruddin.
Gerakan Bersama Gowa Tekan Stunting dan Cegah Kawin Anak
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang (49) mendorong upaya penekanan stunting dan pencegahan kawin anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Disampaikan saat sosialisasi pencegahan kawin anak dan stunting di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa belum lama ini.
Persoalan kawin anak dan stunting bukan sekadar angka, tetapi menyangkut kualitas generasi masa depan.
Ketua DPW PAN Sulsel ini menegaskan, praktik pernikahan di bawah umur masih ditemukan di lapangan, bahkan hingga menyebabkan kehamilan.
Karena itu, Husniah Talenrang meminta peran aktif Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memperluas edukasi, termasuk menjangkau wilayah terpencil.
"Masih ada pernikahan di bawah umur berujung kehamilan. Kami ingin KUA aktif melakukan sosialisasi karena kondisi ini berpotensi melahirkan anak stunting," ujarnya.
Kawin anak dapat memutus pendidikan sekaligus membuka risiko lahirnya generasi stunting.
Kondisi tersebut dinilai sebagai lingkaran masalah yang harus segera diputus.
Husniah Talenrang pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam mendorong perubahan sosial.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
"Ini tugas bersama. Menikah harus dengan kesiapan, dan anak harus tumbuh sehat, bukan sekadar tumbuh," tegasnya.
Husniah juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab, di antaranya Gowa Annangkasi, Gowa Caradde, Gowa Masunggu, Gowa Salewangan, dan Gowa Masannang.
Ia berharap dukungan semua masyarakat mempercepat pencapaian pembangunan, khususnya dalam menciptakan generasi sehat, kuat, dan berkualitas di Gowa.(*)