TRIBUNNEWS.COM – Dunia sepak bola kembali diguncang skandal besar.
Aparat kepolisian Italia berhasil membongkar jaringan prostitusi bernilai lebih dari £1 juta atau sekitar Rp20 miliar yang diduga melibatkan puluhan pesepak bola profesional hingga seorang pembalap Formula 1.
Kasus ini menjadi sorotan tajam karena menyeret nama-nama dari level elite sepak bola Eropa, meski identitas mereka masih dirahasiakan.
Menurut laporan Metro, jaringan ini diungkap melalui penyelidikan panjang yang melibatkan penyadapan komunikasi (wiretap).
Dalam operasi tersebut, aparat menemukan adanya layanan prostitusi terselubung yang dikemas dalam bentuk “paket hiburan eksklusif”, termasuk akses klub malam, pesta privat, hingga layanan seksual.
Nilai transaksi dalam jaringan ini disebut mencapai lebih dari £1 juta, dengan aliran uang yang terorganisir rapi.
Skandal ini semakin menghebohkan karena diduga melibatkan sekitar 70 pesepak bola profesional, termasuk dari kompetisi papan atas Eropa.
Selain itu, seorang pembalap Formula 1 juga disebut ikut terseret dalam pusaran kasus tersebut.
Namun penting dicatat, laporan menyebut para atlet tersebut tidak semuanya berstatus tersangka.
Sebagian besar diduga sebagai klien dari layanan ilegal tersebut.
Hal ini juga diperkuat laporan media lain seperti The Sun yang menyebut para pemain tidak berada dalam penyelidikan kriminal langsung, melainkan terkait sebagai pengguna jasa.
Baca juga: Tragis Leicester City Jatuh ke Liga 3, Tinggal Kenangan 10 Tahun Lalu Jadi Raja Inggris
Jaringan ini beroperasi dengan modus menawarkan paket hiburan eksklusif kepada klien kelas atas, termasuk atlet profesional.
Layanan tersebut mencakup:
Menurut hasil penyelidikan, para perempuan yang terlibat dijanjikan bayaran dan akomodasi selama menjalankan aktivitas tersebut.
Selain itu, aparat juga menemukan indikasi pencucian uang dalam operasional jaringan ini.
Dalam penggerebekan, polisi menyita dana lebih dari €1,2 juta (sekitar Rp20 miliar) yang diduga berasal dari aktivitas ilegal tersebut.
Beberapa orang yang diduga sebagai operator jaringan telah ditangkap dan kini tengah menjalani proses hukum.
Penyelidikan juga mengungkap detail lain, termasuk percakapan sensitif yang memperkuat dugaan aktivitas ilegal dalam jaringan tersebut.
Skandal ini berpotensi menjadi salah satu kasus terbesar yang mencoreng dunia sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Meski belum ada pemain yang secara resmi dijerat hukum, keterlibatan sebagai klien tetap menjadi sorotan publik dan berisiko merusak reputasi mereka.
Pengamat sepak bola menilai kasus ini bisa berdampak pada citra liga dan klub, terutama jika identitas para pemain akhirnya terungkap.
(*)