Alasan Tersangka Penusukan Nus Kei Dijerat Pembunuhan Berencana, Hendrikus Rahayaan Sempat Galau
Musahadah April 22, 2026 08:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah alasan polisi menjerat dua tersangka kasus tewasnya Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, dengan pasal pembunuhan berencana. 

Dua tersangka, Hendrikus Rahayaan (HR) dan Finansius Ulukyanan (FU) dijerat Pasal 459 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) tentang pembunuhan berencana.

Pasal ini memuat ancaman paling berat dalam hukum pidana Indonesia, yakni hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Tak hanya itu, tersangka juga dikenakan Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara.

Penerapan pasal Kedua pasal tersebut diperkuat dengan ketentuan bahwa perbuatan dilakukan secara bersama-sama, yang semakin memperberat posisi hukum para pelaku.

Baca juga: Imbas Motif Penikaman yang Tewaskan Nus Kei karena Dendam Lama, Polisi Imbau Keluarga Tahan Diri

Penerapan pasal berlapis ini menunjukkan keseriusan aparat dalam mengungkap konstruksi hukum secara utuh. 

Penerapan pasal ini juga untuk mengakomodasi seluruh kemungkinan konstruksi hukum berdasarkan hasil penyidikan yang masih terus berkembang.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi menegaskan bahwa seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.

“Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, hingga upaya paksa berupa penangkapan dan penahanan,” ujarnya.

Ditahan di Polda Maluku

Saat ini dua tersangka sudah ditahan di Rutan Mapolda Maluku. 

Sebelum ditahan, kedua tersangka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara sebagai prosedur wajib.

Setelah dinyatakan layak, mereka resmi ditahan di Rutan Polda Maluku berdasarkan surat perintah penahanan.

Saat ini, penyidik masih terus melengkapi alat bukti dan administrasi guna memperkuat berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Di sisi lain, kepolisian memastikan situasi keamanan di wilayah Maluku Tenggara tetap kondusif. Aparat juga terus melakukan langkah preventif guna mencegah potensi gangguan keamanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada Polri,” tegas Rositah.

Pelaku Galau Ditawari Kerja Rp 1 Miliar

Terungkap gelagat Hendrikus Rahayaan (HR), atlet bela diri MIxed Martial Arts (MMA) sebelum menghabisi Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Hendrikus diketahui galau sebelum nekat menikam di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026), pukul 11.25 WIT.

Hal ini diketahui dari unggahan Hendrikus di akun media sosial Instagram miliknya sekira satu bulan lalu. 

Ia mengaku sedang bingung diberi pekerjaan dengan upah Rp 1 miliar. 

"Dikasih kerjaan 1 M ambil ginnal bintang," tulis dalam keterangan video.

Unggahan yang jadi sorotan ini menampilkan foto  Hendrikus Rahayaan duduk menghadap ke pematang sawah.

Ia terlihat memakai baju hitam bertuliskan "Bakumalawang Mati".

Dalam kolom keterangan, dia menuliskan "mikir-mikir dulu".  

Belum jelas pekerjaan apa yang membuat Hendrikus sampai bingung. 

Namun, satu bulan setelahnya Hendrikus diketahui menikam Nus Kei hingga tewas bersama Finansius Ulukyanan (FU), warga biasa.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi juga menyebut bahwa pelaku kenal dengan Nus Kei.

"Iya (pelaku kenal dengan Nus Kei)," kata Rosita saat dihubungi, Senin (20/4/2026)

Siapakah Hendrikus Rahayaan? 

Hendrikus lahir di Watran, Kota Tual, Maluku pada 6 Desember 1997.

Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts sekaligus keponakan John Kei, tokoh preman asal Maluku Tenggara di Jakarta.

Sebagai atlet MMA, Hendrikus Rahayaan punya catatan prestasi.

Pada 2024 lalu misalnya, Ia mendapatkan perunggu dalam kick boxing di nomor Low Kick 63.5 kg Putra saat PON XXI yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara. 

Selain itu dia juga berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Super Fight Muaythai–K1–Kyokushin SLC Cup yang digelar di Fairway Nine Mall, Surabaya.

Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh puluhan atlet fighting dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur. 

Di tengah ketatnya persaingan, Hendrikus tampil impresif hingga melaju ke partai final dan berhasil menang poin atas lawannya dari Sasana Bhayangkara Semarang.

Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari Program Road to Japan, yang merupakan kelanjutan dari skema reward internasional bagi atlet berprestasi.

Pada tahun 2025, Hendrikus Rahayaan juga menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa yang berlangsung di GOR Universitas Semarang, Sabtu (26/4/2025).

Dalam kelas Senior Elite 63,5 kg fighter yang dijuluki “Kei Bad Boy” itu berhasil mengalahkan petarung dari kontingen Tangerang, menegaskan dominasinya di olahraga pertarungan jarak dekat itu.

Sebagai anggota aktif Paguyuban Rambo Muaythai yang bermarkas di Semarang, Hendrikus menunjukkan dedikasi dan semangat juang tinggi.

Sebelumnya, ia juga tampil apik di beberapa pertandingan dalam ajang One Pride MMA, memperkuat reputasinya sebagai fighter tangguh level nasional.

Bukan hanya itu Hendrikus juga sempat membawa pulang dua medali emas dalam ajang bergengsi Semarang Fight Night 4 “Ring of Celebration” yang digelar di Atrium Utama Tentrem Mall Semarang pada September tahun 2025 lalu.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Olympus Fight Club (organisasi pelatihan beladiri yang berbasis di Semarang) ini mempertemukan para fighter berbakat dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara.

Tercatat Hendrikus pernah berlaga di ajang One Pride MMA, sebuah program tarung prestisius yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional.

Detik-detik penikaman maut

REKAM JEJAK - Rekam jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun.
REKAM JEJAK - Rekam jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun. (Instagram/@golkar_maluku_tenggara)

Penikaman Nus Kei terjadi tidak lama setelah ia tiba dari Jakarta.

Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, Nus Kei tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.

Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi.

“Kejadiannya itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun."

"Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam," kata Kombes Rositah, Minggu (19/4/2026).

Kronologi tersebut juga telah dibenarkan oleh Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono. 

Ia menjelaskan, Nus Kei tiba di bandara sekitar pukul 10.45 WIT menggunakan pesawat Lion Air JT 880 dari Bandara Pattimura, Ambon.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT 880 (yang ditumpangi Nus Kei) landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya.

Setelah mendarat, Nus Kei berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga. Namun, situasi berubah drastis ketika seorang pria berjaket merah dan mengenakan masker mendekati korban.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius.

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya.

Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berupaya menghentikan pelaku. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri dari lokasi.

Korban yang terluka sempat mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara.

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.