BANJARMASINPOST.CO.ID - Baru diangkat jadi Perjanjian Kerjan (PPPK) paruh waktu pada awal 2026, dia tersandung skandal perselingkuhan.
Dia digerebek keluarga suami diduga selingkuh dengan oknum polisi.
ASN itu dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk berinisial AN.
AN tersandung skandal perselingkuhan dengan oknum polisi Polres Nganjuk, DEP.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Nganjuk, Singgih Wiratno AN kerja di lingkungan Pemkab Nganjuk berangkat dari pegawai harian lepas.
Barulah pada Januari 2026, AN dilantik sebagai PPPK paruh waktu.
Baca juga: Sidang Pembunuhan Mahasiswi ULM Banjarmasin, Saksi Ahli Ungkap Adanya Kekerasan Fisik serta Seksual
Awal tugas di Disnaker, AN ditempatkan sekretariat.
"Tak lama kita geser atau pindah untuk penyegaran ke bagian pelayanan," katanya, Selasa (21/4/2026).
Singgih menjelaskan Disnaker telah menyiapkan langkah terkait persoalan yang menimpa AN.
Nantinya, AN bakal dipanggil untuk dilakukan klarifikasi.
"Kami lakukan klarifikasi terlebih dahulu. Klarifikasi dilangsungkan usai yang bersangkutan tuntas menjalani pemeriksaan di kepolisian," jelasnya.
Singgih menyatakan setelah itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat Kabupaten Nganjuk.
Koordinasi ini guna menentukan tindakan selanjutnya.
"Terkait sanksi masih kami kaji tunggu hasil klarifikasi. Nanti bersama BKPSDM dan Inspektorat merumuskannya. Kami tak ingim tergesa-gesa mengambil keputusan. Kita harus berkoordinasi," sebutnya.
Dia mengungkapkan, selama bertugas di Disnaker, kinerja AN dinilai bagus.
"Saya terkejut mengetahui kabar ini. Kinerja yang bersangkutan bagus. Kami juga rutin melakukan pembinaan terhadap pegawai," ungkapnya.
Kemudian, pihak keluarga lantas menggerebek rumah kontrakan yang didiami DEP dan AN.
Di lokasi, pihak keluarga memekik meminta DEP serta AN untuk keluar rumah.
Namun, perintah tersebut tak dihiraukan oleh keduanya.
Aksi ini pun mengundang perhatian warga.
Para warga berbondong-bondong keluar rumah.
Penggerebekan dilakukan pihak keluarga pada pada Jumat (17/4/2026) sekira pukul 14.30 WIB.
Warga sempat emosi atas kelakuan DEP dan AN.
Warga meluapkan amarahnya dengan menggores bodi mobil Honda Jazz abu-abu yang terparkir di depan rumah kontrakan menggunakan benda tumpul serta menggembosi bannya.
Mobil itu ditengarai milik oknum polisi.
Pihak keluarga juga menggeber kendaraan pribadi yang dibawa supaya keduanya keluar.
Tak lama pihak kepolisian mendatangi rumah kontrakan.
Kemungkinan, pihak keluarga memberi informasi ini kepada Polres Nganjuk.
Sebab, mereka mengetahui DEP anggota aktif Polres Nganjuk.
Setelah itu, keduanya keluar dengan menutup wajahnya menggunakan handuk oranye dan dibawa menggunakan mobil Patwal.
Tatkala menuju mobil Patwal, warga mencemooh DEP dan AN.
Mereka kepalang geram, karena keduanya sudah mencemari perumahan dengan perbuatan tercela.
Ada anggapan pelaku perselingkuhan akan selalu menjadi pelaku. Namun, mereka pun bisa menjadi korban lantaran fenomena perselingkuhan menghadirkan dinamika emosional yang rumit.
“Jawabannya jelas, bisa-bisa saja pelaku menjadi korban perselingkuhan. Kenapa bisa kayak begitu? Bisa jadi karena, dia kan pelaku perselingkuhan, nah pasangannya kan bisa jadi juga pelaku perselingkuhan,” ujar Clement Eko Prasetio, M.Psi., Psikolog, yang berpraktik di Indopsycare, saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (27/11/2025).
Pernahkah mendengar kalimat “opposites always attract”, alias ketertarikan terhadap seseorang dengan karakteristik yang bertolak belakang?
Nyatanya, tidak semua orang tertarik pada individu yang karakteristiknya terlalu berbeda dari mereka. Misalnya adalah pelaku perselingkuhan yang tertarik dengan seseorang yang karakteristiknya mirip.
“Jadi dia tertarik dengan karakteristik sesama pelaku perselingkuhan. Ketertarikan itu bisa muncul karena adanya kesamaan karakteristik kepribadian” tutur Clement.
Ketika seorang laki-laki berselingkuh karena mendekati perempuan lain yang sudah berpasangan, dan perempuan tersebut meladeni pendekatan si laki-laki, perempuan itu pun menjadi pelaku perselingkuhan. Begitu juga sebaliknya.
Seseorang yang pernah menjadi korban perselingkuhan, tetapi menjalin hubungan dengan individu yang sudah berpasangan, juga berubah “status” menjadi pelaku perselingkuhan.
“Orang-orang yang tertarik dengan laki-laki atau perempuan dengan pasangan lain, akhirnya jadi punya kepribadian yang mirip, yang sama-sama ‘pemain’,” kata Clement.
Faktor lain yang bisa membuat pelaku perselingkuhan menjadi korban adalah karena pasangannya balas dendam sudah diselingkuhi.
Sebab, tidak semua orang memutuskan untuk mengakhiri hubungan sehingga mereka tetap berpasangan walaupun dinamikanya sudah tidak sehat.
“Jadi A dan B berpasangan, si A selingkuh. Nanti si B, ketimbang diam saja menunggu si A (berubah), si B jadi selingkuh juga karena mungkin motifnya balas dendam terhadap si A yang pernah atau sedang menyelingkuhinya,” terang Clement.
Clement mengamini bahwa alasan korban perselingkuhan untuk selingkuh dalam kasus tersebut adalah untuk meningkatkan ego, yang berkaitan dengan balas dendam.
“Meningkatkan ego itu salah satu motif selingkuh juga, balas dendam ke si pasangan bahwa, ‘Enggak enak lho diselingkuhi’. Kenapa balas dendam? Ya banyak faktor, tapi sering kali agar si pasangan tahu perasaan diselingkuhi itu enggak enak,” ujar dia.
Kendati demikian, tidak semua pelaku perselingkuhan bakal terus menjalani hidup seperti itu, atau berubah menjadi korban perselingkuhan. Ada yang masih “punya hati” untuk bertobat karena beberapa alasan.
Alasan tersebut, di antaranya adalah menyadari betapa penuh kasih sayangnya pasangannya, mengingat perjuangan untuk menikah dengan pasangannya, mengingat kenangan manis dengan pasangan, serta betapa lucunya sang buah hati bagi yang sudah memiliki keturunan.
Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa perselingkuhan bisa menghancurkan kepercayaan pasangan terhadap si tukang selingkuh.
Lantas, ada beberapa cara untuk mengembalikan kembali kepercayaan pasangan. Simak selengkapnya.
Mengubah pola komunikasi
Jika sebelumnya lebih banyak merahasiakan kegiatan di luar rumah, sebaiknya kamu lebih terbuka dengan pasanganmu. Ceritakan apa yang bakal atau telah dilakukan, dan bersama siapa saja.
Lalu, tidak ada salahnya untuk memperkenalkan pasangan ke teman-temanmu untuk menghilangkan rasa curiga yang tertanam karena sering diselingkuhi.
“Ketika berada di luar rumah, lebih komunikatif. Memberi kabar, terbuka lagi di mana, dengan siapa, dan pulangnya bisa lebih awal. Ini merupakan pembuktian, dan menunjukkan bahwa dia sudah berubah,” terang psikolog keluarga yang berpraktik di Semarang, Jawa Tengah, ini.
Batasi pergaulan
Perselingkuhan bisa terjadi karena “salah pergaulan”, alias banyak pelaku perselingkuhan dalam satu lingkup pertemanan.
Memang tidak semua laki-laki atau perempuan bakal berselingkuh saat berada dalam lingkup pertemanan seperti itu, terutama jika memiliki kontrol diri yang baik. Namun, tidak ada salanya untuk membatasi pergaulan.
“Jelas membatasi pergaulannya karena yang mau dipulihkan kan hati pasangan yang terluka akibat dikhianati. Pasangan sudah kehilangan kepercayaan, jadi trust issue (isu kepercayaan),” ujar Sukmadiarti.
Dengan membatasi pergaulan, suami atau istri yang sebelumnya tukang selingkuh bisa membantu pemulihan kekasihnya agar mereka kembali percaya.
(Banjarmasinpost.co.id/TribunJatim.com)