Kejutan Liga Champions Asia: Dongeng Indah Debutan Jepang, Tatap Final Lawan Juara Bertahan Al Ahli
Dwi Setiawan April 22, 2026 10:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Kejutan Liga Champions Asia Elite dibuat oleh tim asal Jepang Machida Zelvia. Mereka melanjutkan dongan apik dengan kini menembus partai final.

Machida Zelvia lolos ke final Liga Champions Asia Elite setelah mengalahkan Shabab Al Ahli dengan skor 1-0 di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah pada Selasa (21/4) malam.

Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Yuki Soma pada menit ke-12 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang lawan.

Ia mencuri bola dari backpass yang kurang sempurna sebelum melewati kiper dan menceploskan bola ke gawang.

Shabab Al Ahli sempat mencetak gol penyeimbang yang bisa membawa laga ke perpanjangan waktu. 

Momen itu menjadi salah satu kontroversi di laga ini karena terjadi di ujung laga, tepatnya di menit tambahan waktu 90+1'.

Sayangnya bagi tim asal Uni Emirates Arab ini. Gol tersebut dianulir oleh VAR karena pelanggaran prosedural saat pergantian pemain. 

Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain kepada wasit asal Australia, Shaun Evans.

Baca juga: Liga Champions Asia: Al Ahli Bawa Harum Arab Saudi, Ivan Toney Pahlawan ke Final, Al Nassr Menyusul?

Ini bukan kali pertama kontoversi meliputi kemenangan yang diraih Machida Zelvia.

Sebelumnya, di laga perempat final ketika menang 1-0 melawan Al Ittihad juga ada hal yang berbau kontroversi.

Kala itu Machida unggul lebih dulu di menit 31' melalui Tete Yengi dan Al Ittihad mencetak gol pada menit 80'.

Namun wasit menganulir gol Al Ittihad karena menganggap bola menyentuh tangan pemain sebelum masuk gawang.

Alhasil Machida Zelvia menang dan lolos ke semifinal yang akhirnya mengalahkan Shabab Al Ahli dengan skor identik 1-0.

Keberhasilan Machida Zelvia ke final Liga Champions Asia Elite ini jadi catatan bersejarah bagi mereka.

Partisipasi mereka di Liga Champions Asia Elite ini adalah yang pertama kali, dan ternyata dalam debutnya mereka sukses besar.

Bisa dikatakan, apa yang mereka capai saat ini menjadi satu kejutan besar, terlebih jika melihat rekam jejak yang ada.

Dilansir Alterfutbol, klub ini berdiri pada 1977 sebagai tim sekolah dan Machida memulai dari kompetisi lokal hingga perlahan naik ke level profesional.

Mereka sempat berada di kasta bawah Jepang, bahkan sekitar dua dekade lalu masih bermain di divisi ketujuh.

Perjalanan panjang itu membawa mereka promosi ke J1 League pada 2023, lalu meraih trofi besar pertama lewat Emperor’s Cup pada November 2025. 

Kini, hanya dalam waktu singkat, mereka sudah berdiri di ambang gelar juara Asia.

Baca juga: Hasil 8 Besar Liga Champions Asia Elite: Al Ittihad Dikejutkan Tim Jepang, Al Ahli Wakili Arab Saudi

Di balik kesuksesan tersebut, sosok pelatih Go Kuroda menjadi kunci penting. 

Ia sebelumnya menghabiskan 26 tahun sebagai pelatih tim sekolah menengah sebelum akhirnya masuk ke dunia profesional pada 2022. 

Tiga tahun berselang, ia sukses membawa Machida ke final kompetisi elite Asia.
 
Di partai puncak, Machida akan menghadapi Al Ahli Saudi yang berstatus juara bertahan. 

Tim asal Arab Saudi itu melaju ke final setelah menundukkan Vissel Kobe dengan skor 2-1.

Duel ini bukan hanya soal perebutan gelar, tetapi juga pertarungan dua cerita besar: kejutan dari Jepang melawan dominasi Arab Saudi.

Final akan digelar pada Sabtu (25/4) di Jeddah, markas Al Ahli, yang memberi keuntungan tersendiri bagi wakil tuan rumah. 

Dengan pengalaman dan status sebagai juara bertahan, Al Ahli menjadi wajah kekuatan Arab Saudi di kompetisi ini.

Namun di sisi lain, Machida datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka sudah membuktikan mampu menyingkirkan tim-tim kuat, termasuk wakil Arab Saudi di babak sebelumnya.

Kini, hanya selangkah lagi bagi Machida Zelvia untuk mencetak sejarah besar lainnya di Asia.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.