TRIBUN-BALI.COM, BANTEN – Pelatih Bali United, Johnny Jansen, angkat bicara mengenai performa timnya yang cenderung fluktuatif atau "naik-turun" di sepanjang musim BRI Super League 2025/2026.
Pelatih asal Belanda ini menekankan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari proses panjang pembangunan tim yang kerap terhambat oleh berbagai faktor teknis dan non-teknis.
Dirinya menjelaskan bahwa performa tim sangat dipengaruhi oleh proses adaptasi pemain baru dan kendala cedera yang silih berganti.
Baca juga: DIBANTAI Bali United 4-1, Coach Malut United: Kami Korban Ketidakadilan dan Intimidasi
Hal ini diperparah dengan absennya tiga punggawa asing yang menjadi pilar lini tengah dan belakang Serdadu Tridatu selama beberapa pekan terakhir.
Brandon Wilson tercatat sudah absen sejak pekan ke-16 akibat cedera yang dialaminya. Meski Brandon mulai terlihat kembali di lapangan, Jansen menyatakan bahwa sang pemain belum cukup bugar untuk masuk ke dalam daftar susunan pemain (DSP).
Baca juga: Regulasi U-23 Terancam Dihapus, Pelatih Bali United Tekankan ke PSSI Pentingnya Ruang Pemain Muda
Kondisi serupa dialami Mirza Mustafic yang harus menepi sejak pekan ke-21 karena cedera bahu. Gelandang kreatif ini masih berada di bawah pengawasan intensif tim medis untuk proses pemulihan.
Sementara itu, Jordy Bruijn yang sempat absen pada pekan ke-22 hingga 25 juga belum mencapai kondisi fisik 100 persen. Setelah hanya bermain sebagai pemain pengganti di pekan ke-26 dan 27, Jordy kembali mengisi bangku cadangan pada pekan ke-28 saat melawan Malut United.
Johnny Jansen menekankan bahwa kualitas individu pemain sangat krusial dalam menentukan hasil akhir laga.
Ia mencontohkan bagaimana kesalahan-kesalahan individu yang tampak mudah sering kali berujung pada kebobolan, sebagaimana yang sempat terlihat pada pertandingan kontra Persib Bandung.
"Kualitas individu untuk tetap fokus dan melakukan tugas masing-masing sangat penting. Kami bisa memainkan sepak bola yang bagus, namun terkadang sulit saat kami menguasai bola dan kehilangan fokus, yang kemudian dimanfaatkan lawan melalui serangan balik atau bola mati," ujar Jansen, pada Rabu 22 April 2026.
Lebih lanjut, Jansen menggarisbawahi pentingnya menjaga konsentrasi penuh, bukan hanya selama 90 menit, melainkan hingga laga benar-benar usai, yang sering kali mencapai 100 menit di lapangan.
Ia mengakui bahwa proses membangun gaya permainan yang diinginkan harus sering mulai dari nol kembali ketika ada pemain kunci yang cedera atau masuknya tenaga baru di tengah musim.
Hingga pekan ke-28, Bali United FC masih tertahan di papan tengah, tepatnya di posisi ke-9 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Dari 28 pertandingan yang telah dilakoni, Serdadu Tridatu mengoleksi 39 poin, hasil dari 10 kemenangan, 9 kali seri, dan 9 kekalahan.
"Dan jika kalian lihat musim lalu, kami sempat memiliki periode di mana kami tidak kebobolan sama sekali. Pada periode tersebut kami menjadi semakin baik. Kemudian kalian dihadapkan pada beberapa pemain yang cedera, ada jeda, ada pemain baru, dan kalian harus mulai lagi dari awal," tutur dia,
"Jadi kalian membangun tim, lalu ada pemain cedera, ada pemain baru, prosesnya berjalan seperti itu, dan sekarang kalian lihat kami melakukannya lagi. Itulah proses yang sedang kami jalani," pungkasnya. (*)