Ingat Veri Affandi Dulu Juara AFI Kini Alami Gangguan Penglihatan, Drop hingga Terjerat Pinjol
M Zulkodri April 22, 2026 12:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Masih ingat dengan Veri Affandi, juara Akademi Fantasi Indosiar (AFI) musim pertama?

Penyanyi yang sempat bersinar di awal 2000-an ini baru-baru ini membagikan kisah hidupnya yang penuh lika-liku.

Namanya melejit setelah keluar sebagai pemenang AFI pada 2003–2004, mengalahkan dua finalis lainnya, Kia dan Mawar.

Kesuksesan tersebut sempat menempatkannya di puncak popularitas. Ia kerap tampil di berbagai program televisi dan dikenal luas oleh publik.

Namun, seiring berjalannya waktu, kariernya di dunia hiburan mulai meredup.

Di tengah kondisi tersebut, cobaan datang. Veri mengalami gangguan penglihatan serius pada mata kirinya akibat ablasio retina.

Kondisi ini memaksanya menghentikan banyak rencana hidup yang sebelumnya telah ia susun.

Baca juga: Jejak Karier Mayor Windra Sanur Akhiri Tugas Jadi Pasmpampres Jokowi, Eks Sniper di Kopassus

Padahal, setelah mulai menjauh dari dunia hiburan, Veri sempat menekuni bidang desain grafis.

Minatnya terhadap seni sebenarnya sudah muncul sejak kecil, bahkan namanya sendiri mengandung harapan besar dari sang ayah.

Ia diharapkan bisa mengikuti jejak Affandi, pelukis legendaris Indonesia.

"Waktu umur 5 tahun, aku ikut lomba lukis ditemenin ayah dan aku dapat juara satu."

"Ayah pengen aku jadi pelukis, makanya nama aku dikasih Feri Afandi supaya menjadi pelukis seperti pelukis Afandi," kenang Veri, saat berbincang bersama Feni Rose, Jumat (17/4/2026),

Seiring waktu, kecintaannya pada dunia seni semakin berkembang. Ia bahkan melanjutkan pendidikan di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) sebagai bentuk keseriusan mengejar impian barunya di luar dunia panggung.

Namun, kondisi kesehatan yang memburuk membuat arah hidupnya kembali berubah drastis.

Impian yang harus dilepas

Saat pandemi COVID-19, ketika industri hiburan mengalami penurunan, Veri justru menemukan ritme baru. Ia aktif bekerja dari rumah sebagai desainer grafis sekaligus penulis cerita.

Sayangnya, masa tersebut tidak berlangsung lama. Ia harus menghadapi kenyataan pahit ketika penglihatannya terganggu.

"Kembali nikmat itu diambil, aku kena ablasio retina mata. Mata kiri aku sampai akhirnya enggak bisa ngelihat lagi. Di situ aku benar-benar ngerasa duniaku seperti runtuh lagi," ungkapnya dengan berlinang air mata.

Veri mengaku terpukul karena sebelumnya ia telah mengambil keputusan besar meninggalkan dunia hiburan demi fokus pada karier baru tersebut.

"Dulu sendiri pun demi mengejar cita-cita itu, aku menolak perpanjangan kontrak. Aku bilang aku pengen kuliah, aku enggak pengen selamanya mengandalkan dunia entertain...

Aku pengen jadi seorang misioner grafis. Dan akhirnya kembali semuanya itu harus aku relain dengan tidak berfungsinya mata yang sebelah kiri."

Kini, penglihatan mata kirinya tidak lagi berfungsi dengan baik dan tampak buram, ditambah kondisi silinder pada kedua matanya.

"Sebelah kiri sekarang burem banget," ucapnya.

Sempat mengalami depresi

Kehilangan fungsi penglihatan tersebut berdampak besar pada kondisi mentalnya. Veri mengaku sempat mengalami depresi dan kecemasan berat.

Dokter menyatakan retina mata kirinya telah mengalami kerusakan permanen.

"Kanan kiri ada silinder, plus, minusnya ada. Ditambah lagi mata kiri retinanya rusak," jelasnya.

Dalam masa terberatnya, ia memilih mengurung diri dan bahkan tidak mampu makan selama berbulan-bulan.

"Dehidrasi parah," kata Veri.

Kondisi fisiknya pun ikut menurun, dengan berat badan yang semakin berkurang.

Pernah terjerat pinjaman online

Selain masalah kesehatan, Veri juga sempat menghadapi persoalan lain, yakni terjerat pinjaman online (pinjol).

Ia menjelaskan bahwa kejadian itu bermula secara tidak sengaja saat sedang mengedit video.

"Sempat terjerat kasus pinjol itu karena hanya berawal dari tiba-tiba pada saat aku lagi ngedit video, ke klik aplikasi pinjol," ungkapnya di Feni Rose Official.

"Ke klik dan ke install, dan tiba-tiba data aku, ke (tarik)," imbuhnya.

Veri mengakui saat itu ia menggunakan aplikasi gratis yang menampilkan banyak iklan.

"Jujur aja ya, saat itu ngedit video lah, bikin desain-desain gambar itu kan ada beberapa aplikasi yang bukan pro," ungkapnya di Feni Rose Official.

"Jadi kan banyak iklan-iklannya, ketika aku mau ngeklik menu apa, tiba-tiba ke klik iklan pinjol," ujar Veri.

Data pribadinya yang tersimpan di ponsel pun diduga ikut terekspos.

"Bisa kayak gitu. Karena kan di smartphone kita itu kan banyak ya data-data, termasuk kata sandi apa segala macam," ungkapnya.

"Termasuk rekening juga, banking segala macam kan juga ada," jelasnya.

Akibatnya, ia sempat menerima banyak telepon penagihan dari pihak tak dikenal, yang membuatnya semakin tertekan.

"Apalagi untuk orang yang basicnya seorang introvert seperti aku ya, seorang pemikir seperti aku ya, yang bahkan hal-hal kecil pun dari kecil dulu terbiasa aku pikirin," ucapnya.

Masalah tersebut akhirnya mereda setelah kasusnya menjadi viral dan ia melaporkannya ke pihak berwenang.

"Pada akhirnya lapor, aku lapor. Jadi begitu viral, itu dengan sendirinya mereka bungkam," kata Veri.

"Aku sempat diundang dari pihak OJK dan lain sebagainya," imbuhnya.

Kini, ia mengaku sudah terbebas dari gangguan tersebut.

"Enggak ada utang, enggak ada teror apa-apa lagi," ujarnya.

(Bangkapos.com/Surya.co.id/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.