BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ( Pemkab Basel ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), mengakselerasi penguatan ekonomi berbasis pertanian melalui optimalisasi pengelolaan Rice Milling Plant (RMP) di Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar.
Fasilitas penggilingan padi tersebut dinilai strategis dalam mendukung pengolahan hasil panen sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan kapasitas produksi yang besar, RMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak sektor pangan di daerah serta memperkuat kemandirian dalam memenuhi kebutuhan beras.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangka Selatan, Ade Hermawan mengatakan, pengelolaan RMP menjadi bagian penting dalam meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Keberadaan fasilitas ini dapat memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian, khususnya gabah milik petani. Selain itu, RMP juga berpotensi menciptakan peluang usaha baru di sektor pengolahan pangan.
“Pengelolaan RMP ini menjadi upaya meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat serta mendukung kesempatan berusaha, khususnya pada sektor usaha Rice Milling Plant,” kata Ade Hermawan kepada Bangkapos.com, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, RMP Batu Betumpang memiliki kapasitas penggilingan sekitar tig ton per jam, sehingga mampu menampung hasil panen petani dalam jumlah besar. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk melayani kebutuhan pengolahan gabah di wilayah Batu Betumpang dan sekitarnya. Dengan dukungan fasilitas ini, proses pengolahan gabah menjadi beras dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Ke depan, pemerintah daerah merancang skema agar gabah milik petani dapat dibeli langsung oleh pengelola RMP. Skema ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun, penerapan kebijakan tersebut masih menunggu regulasi berupa Peraturan Bupati yang saat ini tengah dalam proses pembahasan.
“Ke depan, gabah para petani akan dibeli oleh pengelola RMP, namun saat ini kita masih menunggu regulasi berupa Peraturan Bupati,” jelas Ade.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah melakukan perhitungan terkait besaran sewa dan mekanisme pengelolaan RMP Batu Betumpang. Langkah ini penting agar pengelolaan dapat berjalan optimal, transparan, dan berkelanjutan. Skema yang tepat diharapkan mampu menghadirkan pengelola yang profesional sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menaruh harapan besar terhadap keberadaan RMP Batu Betumpang sebagai penggerak ekonomi lokal. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya membantu petani dalam pengolahan hasil panen, tetapi juga memperkuat sektor pertanian secara menyeluruh. Dengan dukungan regulasi dan pengelolaan yang tepat, RMP diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
“Harapannya, keberadaan RMP ini benar-benar dapat membantu para petani di Batu Betumpang khususnya, dan kawasan persawahan di Bangka Selatan pada umumnya,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)