BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Bupati Bangka Barat, Markus, menyoroti masih banyaknya wilayah di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang mengalami kesulitan sinyal telekomunikasi hingga masuk kategori blank spot.
Menurut Markus, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya di tingkat daerah, melainkan membutuhkan kebijakan dari pemerintah pusat, khususnya terkait penambahan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS).
"Kita berharap ada tindak lanjutnya, berbicara lagi dengan kementerian (Komdigi). Kita hanya bisa mengusulkan dan menyampaikan, kalau masalah diterima tidaknya, tentu bukan kewenangan kita," kata Markus kepada Bangkapos.com, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama masih adanya blank spot adalah keterbatasan jumlah BTS di wilayah tersebut. Selain itu, pertimbangan dari pihak penyedia layanan atau provider juga turut memengaruhi.
"Kadang-kadang kita tahu sama tahu, harapan kita tidak ada lagi blank spot di Bangka Barat. Tetapi kenyataanya memang masih ada desa yang blank spot, kenapa.? kadang-kadang dari pihak provider, menghitung jumlah pemakian itu jadi pertimbangan," ujarnya.
Dia menegaskan, akar masalah persoalan sulit sinyal di sejumlah desa, karena BTS atau menara pemancar yang terbatas.
"Ya tergantung pemasangan BTS, kalau tidak ada BTS bagaimana bisa ada sinyal," ungkapnya.
Baca juga: 10 Persen Wilayah Babel Masih Blank Spot, Target Zero Sinyal Kosong Dikejar 2029
Politikus PDI Perjuangan ini, telah meminta Dinas Kominfo Bangka Barat, untuk kembali berkoordinasi dengan Komdigi. Terkait kondisi blank spot di Bangka Barat, sehingga dapat segera ditindak lanjuti.
"Kita nanti melalui dinas Kominfo, bisa berkoordinasi lebih lanjut ke kementerian. Tentunya ada kebijakan lebih tinggi di tingkat atas. Karena hanya kabupaten ya, kita hanya bisa menyampaikan dan mengusulkan. Harapan kita namanya usulan bisa diterima," tutupnya.
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangka Barat, Indra Cahaya, mengatakan, pihaknya telah melaporkan secara online ke Komdigi terkait daerah yang masih mengalami blank spot.
"Sekarang ini pendaftaran untuk blank spot itu secara online. Jadi seluruh Indonesia ia daftar secara online, kita sudah menindaklanjuti secara online, datanya lengkap. Nanti tinggal tindak lanjutnya, nanti perlu koordinasi lebih lanjut," kata Indra.
Ia mengatakan, sebanyak 14 titik blank spot yang terdata berdasarkan data 2021, yang masih digunakan oleh Dinas Kominfo Bangka Barat.
Menurutnya, data tersebut masih digunakan dan belum adanya perubahan terkait daerah blank spot di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung.
"Untuk data terbaru belum ada, kita masih menggunakan data lama karena itulah, titik-titik yang masih bermasalah kategori blank spot," ujarnya.
Ia menambahkan, data tersebut juga telah mereka sampaikan ke Kementerian Komunikasi dan Digital. Sehingga diharapkan dapat ditindak lanjuti, sesegera mungkin.
"Data itu telah kami sampaikan ke Komdigi. Untuk data baru, nanti ada, sementara waktu kami menggunakan data itu. Nanti kami bakal mendata lagi, kerjasama dengan pihak Telkom, mana yang sudah hilang, mana masih blank spot," terangnya.
Indra mengatakan, persoalan sinyal masih menjadi pekerjaan rumah, terbatasnya jumlah Base Transceiver Station (BTS) menara atau perangkat pemancar sinyal, menjadi pemicu susahnya sinyal. (Bangkapos.com/Riki Pratama)