Dedie Rachim Akui Masih Ada PR Penataan Pedati, Mulai Kaji Permintaan PKL Soal Angkot Masuk Pasar
Vivi Febrianti April 22, 2026 11:05 AM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengakui adanya pekerjaan rumah alias PR dalam menata Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Terutama untuk memindahkan para pedagang kaki lima (PKL).

Hal itu disampaikannya saat melakukan sidak ke Jalan Pedati pada Rabu (22/4/2026).

“Nah, tapi memang PR-nya adalah bagaimana para pedagang yang kita relokasi ke Jambu Dua dan ke Sukasari itu juga mereka bisa nyaman,” kata Dedie Rachim kepada TribunnewsBogor.com di Jalan Pedati.

Pelanggan diharapkan bisa dengan mudah berbelanja ke Pasar Sukasari dan Jambu Dua.

PKL meminta agar transportasi penunjang khususnya angkot bisa masuk ke areal pasar sehingga pelanggan bisa membeli belanjaan dengan mudah.

Dengan cara itu, kata Dedie Rachim, PKL bisa bersih dari Jalan Pedati ini.

“Dia PKL, kita juga sudah ajak ya untuk punya kios di Jambu Dua dan beliau bersedia. Hanya memang tadi kendalanya apa, customer-nya kan belum pindah. Kenapa? Karena mungkin akses angkutan ya. Tadi beliau minta angkutannya coba Pak diberikan apa namanya kelonggaranlah untuk bisa masuk ke dalam pasar,” ujarnya.

Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) juga harus memikirkan hal ini agar dua pasar yang dijadikan sebagai tempat PKL berjualan bisa ramai.

“Jadi artinya pelanggan mereka tetap bisa mengakses ke mereka. Nah, ini PR untuk pasar ya, Perumda Pasar, mereka tetap bisa jualan dengan nyaman ya, bertahan sambil diberikan insentif-insentif,” tandasnya.

Baca juga: Dedie Rachim Dicegat Ibu-Ibu PKL Saat Sidak Jalan Pedati, Langsung Ditanya: Bapak Punya Perut?

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie Rachim kembali menyidak Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (22/4/2026) pagi.

Pantauan TribunnewsBogor.com di lokasi, sidak dilakukan sejak pukul 07.00 WIB.

Dedie Rachim ditemani oleh sejumlah Camar, Kepala Dinas (Kadis), serta jajaran lurah.

Sebelum masuk ke Pedati, Dedie Rachim melihat kondisi pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor.

Saat di Jalan Pedati, Dedie Rachim langsung berjalan di trotoar.

Tidak terlihat pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan. Hanya yang di ruko-ruko saja yang berjualan.

Kondisi trotoar Pedati tetap saja kotor dan beberapa titik malah dijadikan lokasi parkir kendaraan motor.

Namun, saat menyidak, Dedie Rachim diadang oleh beberapa ibu-ibu PKL.

“Anggap aja yang di sinimah kaya ayam. Bapak datang langsung kabur. Bapak boga beueteung (punya perut). Sama saya juga punya?” ungkap ibu-ibu PKL sambil duduk di trotoar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.