TRIBUNNEWS.COM - Kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, dan Kuasa Hukum Roy Suryo Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), Refly Harun tengah disorot.
Tampak keduanya nyaris adu jotos di sebuah program televisi yang membahas kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Lebih tepatnya Jahmada terlihat tersulut emosi setelah mengaku keberatan atas pernyataan Refly Harun.
Diketahui sebelumnya, Jahmada berada di kubu yang berseberangan dengan Jokowi awalnya.
Ia sempat tergabung dalam tim penasihat hukum Roy Suryo, Dokter Tifa, dan Rismon Sianipar sebelum pengajuan restorative justice (RJ) dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi.
Dalam kasus tersebut, Jahmada juga bekerja sama dengan Muhammad Taufiq dan Refly Harun sebagai satu tim kuasa hukum.
Ketegangan memuncak saat debat panas di program Rakyat Bersuara yang membahas soal royalti dan pengelolaan buku Jokowi’s White Paper.
Di akhir sesi, Refly memilih meninggalkan panggung karena merasa tidak diberi kesempatan berbicara lagi.
Saat hendak keluar, Jahmada sempat meminta Refly tetap berada di lokasi, namun Refly menolak.
“Kalau saya tidak dikasih kesempatan ngomong lagi, ngapain saya di sini? Itu namanya orang bodoh. Bapak ya, Jahmada Girsang yang saya hormati. Anda menghormati saya kan?” ujar Refly, mengutip tayangan di YouTube iNews, Selasa (21/4/2026).
Refly juga menyinggung sikap Jahmada yang ia nilai berubah tanpa penjelasan.
“Tetapi ketika Anda belok, Anda tidak ngomong apa-apa ke saya,” ujarnya sebelum benar-benar meninggalkan forum.
Setelah itu, Refly sempat menghampiri dan menyalami pembawa acara Aiman Witjaksono, serta Rismon Sianipar dan Jahmada.
Namun momen tersebut justru memicu ketegangan. Saat berjabat tangan, Refly kembali menyebut perubahan sikap Jahmada, yang langsung memicu emosi.
Jahmada pun tampak menahan tangan Refly dan mendorongnya, sementara Refly tetap bersikap tenang.
“Saya tidak terima itu,” tegas Jahmada.
Nama Jahmada Girsang telah lama dikenal di dunia hukum Indonesia.
Selain aktif sebagai pengacara, ia juga memegang sejumlah posisi strategis di berbagai organisasi, baik di bidang advokasi maupun keagamaan.
Saat ini, Jahmada menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia.
Ia juga aktif sebagai Sintua (St) di Gereja Kristen Protestan Simalungun di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Di dunia advokat, Jahmada tercatat sebagai pengurus Perkumpulan Advokat Batak Indonesia serta menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokat Indonesia SAI, mengutip laman jahmadagirsang.com.
Riwayat Organisasi:
Riwayat Pendidikan:
Experiences:
Refly Harun adalah seorang dosen, pakar hukum tata negara, dan pengacara Indonesia.
Refly mengenyam pendidikan sarjananya di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia memulai kariernya menjadi jurnalis, menjadi wartawan di Media Group.
Karier intelektualnya diuji di lapangan. Dia mulai menjadi narasumber, pembicara, dan pengamat persoalan hukum tata negara, sengketa Pilkada, dan Pilpres.
Dia juga aktif sebagai konsultan dan peneliti di Centre for Electoral Reform (CETRO).
Selain itu, dia menjadi staf ahli salah seorang hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK).
Bahkan dia pernah ditunjuk menjadi ketua tim Anti Mafia MK oleh Ketua MK kala itu, Mahfud MD.
Ia sering menjadi penulis lepas, narasumber, dan muncul di layar kaca.
Pasca pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, ia masuk staf ahli presiden dan menjadi staf ahli, ia ditunjuk menjadi Komisaris Utama Jasa Marga.
Riwayat Pendidikan
Riwayat Karier
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)