Assassin's Creed Black Flag Resynced Diumumkan, Ubisoft Akui Rahasia Bocor
Joko Widiyarso April 22, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Kabar mengejutkan datang dari Ubisoft, developer di balik seri Assassin’s Creed IV: Black Flag (2013).

Ubisoft mengunggah cuplikan untuk penayangan trailer pengumuman Assassin's Creed Black Flag Resynced pada Senin (20/4/2026).

Pengumuman ini sekaligus mengonfirmasi rumor-rumor komunitas tentang gim AC Black Flag Resynced yang beredar sejak lama.

Ubisoft Akui Rahasia Mereka

Menariknya, di dalam awal video tersebut, terdapat pengantar bertuliskan "Gaming's Worst-Kept Secret".

Pernyataan ini merujuk kepada rumor dan bocoran remake atau pembaruan Assassin's Creed Black Flag sejak tahun lalu.

Kolom komentar pun sontak terisi dengan fans yang menanggapi pernyataan tersebut dengan guyon dan hangat.

Tidak sedikit pula komentar yang terlihat antusias dan memberi dukungan kepada Ubisoft supaya proyek ini lancar saat rilis.

Baca juga: Game Windrose Dirilis, Eksplorasi Bertema Pirate Mirip AC4: Black Flag

Sebagai informasi, bocoran perihal pembaruan Assassin's Creed Black Flag ini telah beredar sejak sejak 2023.

Pada tahun 2023, Kotaku melaporkan melalui dua sumber pihak internal Ubisoft, bahwa proyek remake AC Black Flag sedang dikerjakan.

Sumber yang sama juga menyebut jika proyek sedang dalam tahap awal pengembangan.

Selain itu, dijelaskan pula perkiraan waktu yang dibutuhkan adalam beberapa tahun ke depan.

Ubisoft Singapura Turun Tangan

Development Studio atau cabang Ubisoft di Singapura, Ubisoft Singapore, juga dilaporkan akan turut mengerjakan dalam proyek ini.

Studio tersebut diketahui telah berkontribusi dalam sejumlah judul Assassin’s Creed sejak seri kedua.

Selain itu, Ubisoft Singapore terkenal dengan terobosan naval gameplay-nya melalui seri Assassin's Creed Black Flag (2013).

Namun pada saat itu, Ubisoft sedang gencarnya mengerjakan proyek gim Skull and Bones (2024) yang telah lama diumumkan sejak 2017.

Ubisoft Singapore sendiri terjun sebagai Lead Developer pada proyek Skull and Bones.

Baca juga: Studio Game Lokal Yogyakarta Ini Merilis Game Memasak, KuloNiku: Bowl Up!

Menurut laporan Ubisoft, Skull and Bones terinspirasi dari AC Black Flag, dan berupaya untuk membuat gim baru bertema fantasi-pirate.

Namun, Skull and Bones terbilang gagal dan kurang memuaskan pada waktu peluncuran gim pada tahun 2024. 

Hal ini menimbulkan kesan buruk pada nama Ubisoft Singapore karena hasil mereka melalui Skull and Bones.

Di sisi lain, laporan dari Jeux Vidéo Magazine, melalui Gamerant, mengonfirmasi bahwa Ubisoft Singapore yang akan menggarap.

Meski Skull and Bones tidak memenuhi ekspektasi, pengalaman Ubisoft Singapore dalam merancang mekanisme naval dinilai penting.

Hal ini juga mengingat Assassin's Creed Black Flag memiliki elemen pelayaran kapal di Laut Karibia yang kuat di dalam gimnya.

Aktor Pernah Mengaba-aba

Dalam unggahan @SuperDropKick17, terlihat bahwa aktor sekaligus pengisi suara Edward Kenway, Matt Ryan, memberikan pertanda.

Sebagai informasi, Edward Kenway merupakan nama sang tokoh utama yang pemain mainkan dalam gim Assassin Creed Black Flag.

Pertanda yang dimaksud di sini yaitu tentang keterlibatannya dalam proyek Assassin Creed Black Flag Resynced mendatang.

Walau terdengar sangat samar, namun para fans mampu menspekulasikan apa yang dimaksud oleh Ryan.

Hal ini menjadikannya sebagai kisi-kisi atau rumor kedua yang muncul pada tahun 2025 tentang proyek Black Flag Resynced.

Bocoran Dari IGRS Komdigi

Informasi mengenai Assassin’s Creed IV: Black Flag Resynced juga sempat muncul melalui kebocoran data di Indonesia pada 13 April 2026.

Nama gim tersebut terpantau muncul dalam basis data IGRS Komdigi, lembaga klasifikasi usia untuk konten gim di Indonesia.

Baca juga: Steam Putuskan Rollback Pakai Rating Game PEGI Setelah Polemik IGRS Komdigi

Kemunculan judul ini di IGRS menjadi sorotan karena proses pendaftaran rating umumnya dilakukan menjelang tahap peluncuran gim.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa proyek Black Flag Resynced memang tengah dikerjakan oleh Ubisoft.

Dalam data tersebut, Black Flag Resynced tercatat sebagai salah satu judul baru yang diajukan untuk klasifikasi.

Meski begitu, belum disertakan rincian lengkap seperti tanggal rilis maupun platform tujuan.

Bocoran Resynced Berlanjut

Foto Cuplikan Assassin's Creed Black Flag Resynced.
Foto Cuplikan Assassin's Creed Black Flag Resynced. (Ubisoft.com)

Bahkan setelah banyaknya bocoran dan rumor sebelum pengumuman resmi dari Ubisoft, masih ada bocoran lainnya.

IGN melaporkan ada 2 sumber yang berasal dari akun X, membocorkan cuplikan gameplay Assassin's Creed Black Flag Resynced.

Pada saat ini (22/4/2026), bocoran cuplikan dari akun X tersebut masih belum ditarik atau takedown.

Hal-hal yang disoroti oleh komentar netizen berupa peningkatan grafis, pencahayaan, dan elemen lainnya.

Selain itu, terdengar pula Matt Ryan yang kembali sebagai suara karakter Edward Kenway pada Resynced.

Hal ini mengonfirmasi rumor dari tahun lalu perihal keikutsertaan pengisi suara dan aktor ini ke dalam proyek Resynced.

Baca juga: Perayaan Anniversary ke-30 Metal Slug, Janjikan Reboot Game-game Klasik

Laporan dari Gamerant meyebut Assasin's Creed Black Flag Resynced akan melibatkan aset-aset dan teknologi dari gim modern lainnya.

Disebutkan jika Assassin’s Creed Black Flag Resynced akan memanfaatkan kembali sebagian aset dari Skull and Bones.

Mengingat Skull and Bones juga merupakan gim yang berkaitan dengan elemen eksplorasi laut dan pertempuran kapal.

Langkah ini dinilai sebagai strategi efisiensi pengembangan, mengingat biaya produksi gim berskala besar terus meningkat.

Dengan memanfaatkan aset yang sudah ada, Ubisoft dapat mengalokasikan sumber daya lebih besar pada elemen lainnya.

Selain itu, laporan yang sama juga menyebut bahwa Black Flag Resynced dikembangkan menggunakan engine "Anvil" generasi terbaru.

Game engine ini juga sebelumnya digunakan dalam seri Assassin’s Creed Shadows (2025).

Penggunaan engine ini memungkinkan hadirnya sistem cuaca dinamis yang lebih kompleks, dikenal dengan Atmos system.

Terobosan ini meliputi peningkatan interaksi angin, hujan, serta kondisi lingkungan yang memengaruhi visual gim secara langsung.

Meski latar Karibia dalam Black Flag tidak menonjolkan perubahan musim ekstrem, penerapan sistem cuaca dinamis dinilai realistis.

Dengan kombinasi pemanfaatan aset lama dan teknologi baru, Black Flag Resynced diharapkan mampu menghadirkan hasil yang terbaik.

(MG Fadhlullah Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.