LPG Non Subsidi 12 Kg Naik Jadi Rp 280 Ribu di Tarakan, Pemilik Pangkalan Akui Pembeli Sepi
Junisah April 22, 2026 02:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Setelah Bahan Bar Minyak (BBM) jenis Dexlite, kini menyusul tabung LPG non subsidi 5,5 kg dan 12 kg Bright Gas ikut mengalami kenaikan harga per 18 April 2026 kemarin, termasuk di Tarakan, Kalimantan Utara

Pantauan TribunKaltara.com hari ini, Rabu (22/4/2026) di salah pangkalan LPG Samudra Mas di Kelurahan Pamusian,  LPG  non subsidi 5,5 kg alami kenaikan sebesar Rp130 ribu per tabung. Lalu LPG 12 kg dijual sebesar Rp280 ribuan per tabung.

Mahmud, pemilik pangkalan LPG Samudra Mas mengungkapkan biasanya LPG12 kg Bright Gas atau tabung berwarna pink dijual Rp 250 ribu dan kini dijual Rp280 ribu. Jadi ada kenaikan Rp 30 ribu.

Diakui Mahmud, ia harus menaikan harga LPG 12 Kg, karena harga dari agen saja sudah naik. "Kalau sekarang kami ambil di agen sekitar Rp 265 ribuan. Terus di pangkalan beda-beda harga jualnya karena ini non subsidi," ungkap Mahmud.

Baca juga: Harga LPG Non Subsidi Naik, Agen di Tanjung Selor Kaltara Bersiap Lakukan Penyesuaian

Ia mengatakan, dalam sebulan biasanya pasokan LPG datang dua kali. Estimasi yang datang bisa 50 hingga 90 tabung LPG, selama sebulan.

Semenjak harga LPG non subsidi alami kenaikan, pembeli jadi sepi. Rerata pembeli lebih banyak dari pelaku UMKM yang berjualan. 

"Teman saya cerita, stok lama diborong jual pakai harga lama juga. Kalau saya tidak akrena sudah kosong jadi ini baru datang, belinya di agen harga setelah naik," akunya.

Ia khawatir jika harga naik, pembeli beralih ke LPG 3 kg. Meski sebenarnya sudah ada jatah penerima dan dibatasi pembelian LPG 3 kg subsidi.

"Pangkalan ini kan kami  layani mulai dari RT 21,  RT 12, RT 20, RT 30, di sana RT 2 RT 1 ada sebagian  27. Untuk UMKM kita kasih 2 tabung sekali datang. Sebulan bisa dua sampai tiga kali datang tabungnya," papar Mahmud yang sudah berjualan sembako sejak tahun 2005 di Kelurahan Pamusian yang juga berjualan tabung LPG.

Baca juga: Ketua Komisi III DPRD Kaltara Minta Pertamina Jamin Stok LPG Aman hingga Dua Pekan Setelah Lebaran

"Karena ada instruksi namanya keputusan pemerintah ini kan Kadang-kadang kita enggak bisa dibantah ya. Kalau dulu sempat sampai Rp135 ribu harga jual. Kemudian turun drastis," ujarnya. 

Ia menambahkan, meskipun harga LPG non subsidi naik, tetap saja dibeli. Karena LPG non subsidi dibutuhkan agar dapur tetap mengepul.

"Bisa dilihat sendiri penjualan lesu, tidak ramai," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.