Pada HUT PI ke-72, Bupati Jayawijaya dan Wagub Serukan Hidup Baru Tanpa Perang
Marius Frisson Yewun April 22, 2026 11:14 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-72 di Lembah Baliem berlangsung penuh makna, tidak hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan seruan perubahan hidup bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, di hadapan 17 denominasi gereja dan ribuan jemaat yang hadir, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini terasa istimewa karena seluruh elemen dapat bersatu setelah sebelumnya dirayakan secara terpisah.

“Tahun lalu kita merayakan secara terpisah-pisah, tetapi hari ini kita boleh bersatu terpusat di Kota Wamena,” ujarnya saat Perayaan HUT PI ke-72 di Lembah Baliem yang berlangsung di Lapangan Itlai Ikiinia Wamena, Senin, (20/04/2026).

Ia menegaskan, terdapat tiga makna penting dalam perayaan HUT PI ke-72, yakni refleksi, introspeksi diri, dan komitmen untuk hidup baru. Menurutnya, masyarakat perlu merenungkan kembali perjuangan para misionaris dan orang tua terdahulu yang telah membawa Injil di tengah keterbatasan geografis dan tantangan sosial.

Baca juga: Sebut Kunjungannya ke Yahukimo Paling Menantang, Wapres Gibran: Saya Tidak Kapok

Selain itu, Murib mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, menilai apakah kehidupan yang dijalani saat ini sudah sesuai dengan ajaran Injil Kristus.

Ia menekankan bahwa setiap individu, baik pejabat, aparatur sipil negara, tokoh agama, hingga masyarakat umum, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan nilai-nilai iman.

“Setiap kita, sesuai kapasitas masing-masing, harus bertanya: apakah kita sudah hidup sesuai pesan Injil?” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, ia mengajak masyarakat untuk membangun komitmen hidup baru yang lebih baik, mengingat Injil telah hadir selama 72 tahun di Lembah Baliem.

Baca juga: Pemuda Jayawijaya Soroti Dugaan Maladministrasi dan Bisnis Obat RSUD Wamena

“Kita harus bangkit, memperbaiki diri, dan saling menolong sesama,” tambahnya.

Dalam pesannya, bupati menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di tengah masyarakat, seperti kekerasan, konsumsi minuman keras, perjudian, hingga pergaulan bebas yang berdampak pada penyakit sosial.

Ia mengingatkan bahwa perilaku tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai kekristenan yang telah lama diterima masyarakat.

Ia pun mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang, serta menegaskan pentingnya peran keluarga dan pemerintah sebagai wakil Tuhan di dunia.

“Kita semua punya tanggung jawab menjaga generasi agar tidak terseret ke hal-hal yang merusak masa depan,” ujarnya.

Baca juga: Digitalisasi Pelabuhan: Teknologi Satelit Jangkau Wilayah Papua dan Perbatasan Pasifik

Menutup sambutannya, Murib mengajak seluruh masyarakat untuk kembali fokus pada tugas dan profesi masing-masing, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan daerah dan keselamatan bersama.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, dalam kesempatan yang sama menyampaikan seruan tegas untuk menghentikan konflik yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa momentum 72 tahun Injil harus menjadi titik persatuan, dengan menjadikan Yesus Kristus sebagai dasar kehidupan bersama.

“Yesus Kristus adalah titik temu. Kalau belum bertemu dengan Kristus, konflik akan terus terjadi,” ujar Ones.

Ia secara tegas menyatakan bahwa tidak boleh lagi ada perang di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Wamena dan sekitarnya.

“Atas nama pemerintah, kami sampaikan tidak ada perang lagi. Perang bukan hak manusia, itu hak Tuhan,” tegasnya.

Baca juga: MRPBD Soroti Investasi Sembarangan yang Merusak Hak Masyarakat 6 Wilayah

Ones juga mengajak seluruh kelompok masyarakat yang masih berkonflik untuk segera berdamai dan kembali kepada nilai-nilai Injil.

Ia berharap delapan kabupaten di Papua Pegunungan dapat menjadi wilayah yang hidup dalam damai dan persatuan.

Perayaan HUT PI ke-72 ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Lembah Baliem untuk memperkuat iman, memperbaiki kehidupan sosial, serta membangun komitmen bersama menuju Papua Pegunungan yang damai dan sejahtera.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.