TRIBUN-SULBAR.COM - Seorang gadis berinisial T (15) menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh pamannya sendiri di kawasan Tambakmulyo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
Korban mengalami luka bakar setelah disiram cairan yang diduga bensin lalu dibakar oleh pelaku berinisial S (32), yang kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Kasus ini terungkap setelah pihak rumah sakit melaporkan adanya pasien korban kekerasan. Polisi kemudian turun tangan untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan serta proses hukum berjalan.
Baca juga: Kabar Baik! Gojek Buka Beasiswa Gelombang 2 untuk Mitra dan Anak Mitra, Ini Syaratnya!
Baca juga: Inilah 50 Ucapan Selamat dan Doa Menunaikan Ibadah Haji yang Menyentuh Hati
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Agung Setiyo Budi, menyebut keluarga korban awalnya tidak melaporkan kejadian tersebut.
“Kehadiran polisi tidak hanya untuk respons cepat, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan dan akses keadilan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Kronologi Kejadian
Kapolsek Semarang Utara, Heri Sumiarso, menjelaskan korban sebelumnya dititipkan orang tuanya di rumah pelaku.
Insiden bermula saat pelaku meminta korban untuk mandi, namun ditolak. Penolakan tersebut diduga memicu emosi pelaku.
Pelaku kemudian mengambil botol berisi cairan yang diduga bensin, menyiramkannya ke tubuh korban, lalu menyulut api menggunakan korek.
“Korban tidak mau, kemudian pelaku mengambil botol berisi cairan yang diduga bensin, disiramkan ke korban, lalu disulut dengan korek api,” ungkapnya.
Teriakan korban membuat warga sekitar berdatangan dan berupaya memadamkan api.
Kondisi Korban
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pantiwilasa untuk mendapatkan perawatan intensif. Ia mengalami luka bakar di bagian punggung, pinggang, hingga lengan.
Meski tidak tergolong luka berat, korban tetap mengalami trauma dan membutuhkan pendampingan psikologis.
Saat ini kondisi korban dilaporkan mulai membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah.
Pelaku Masih Buron
Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian polisi.
“Pelaku masih kita cari. Motif juga masih dalam pendalaman,” tambahnya.
Proses penyelidikan sempat terkendala karena keluarga korban masih merasa takut memberikan keterangan secara lengkap, mengingat pelaku merupakan kerabat dekat.
Polisi menegaskan akan memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini karena melibatkan anak di bawah umur.
“Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik, kami pantau terus perkembangan lukanya,” tutupnya. (*)