6.000 Bus Disiapkan Pemerintah Angkut Jamaah Haji Indonesia di Tanah Suci
Ilham Mulyawan April 22, 2026 11:47 AM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasim Arfah dari Madinah
 
TRIBUN-SULBAR.COM, MADINAH - Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan mengangkut jamaah haji Indonesia pada musim haji tahun 2026. 

Jamaah haji Indonesia kloter pertama rencananya akan tiba di Madinah pada Selasa (22/4/2026) mendatang.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, mengungkapkan pada musim haji ini pemerintah telah bekerja sama dengan sebanyak 15 perusahaan transportasi. 

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP, Cara Membandingkan dan Menyimpulkan Isi Teks

Baca juga: Karate Open Tournament Diikuti Atlet se-Sulbar Siap Digelar 19 Juni di GOR Manakarra Mamuju

Mayoritas, bus yang dipakai dalam layanan untuk jamaah haji nanti adalah tipe bus besar.

"Ini kan layanan AKAP, antar kota perhajian. Tipe busnya Coach, tipe bus besar dengan kapasitas mulai dari 45 sampai ada yang 51. Akan tetapi kita membatasi (jumlah penumpang-Red), rombongan kita dimaksimalkan tidak lebih dari 42 orang setiap bus atau dalam setiap rombongan," katanya di Kantor Daker Madinah, Senin (21/4/2026). 

Terkait penyambutan jamaah kloter perdana nanti, Muslih menyatakan timnya akan menyiapkan beberapa dokumen, di antaranya form kedatangan yang berisi di antaranya jumlah jamaah yang datang, asal embarkasi, dan jumlah bus.

"Kemudian masing-masing rombongan kita tulis datanya, dan tugas transportasi yang bertanggung jawab atas catatan tersebut," ujarnya.

Adapun terkait alur pergerakan jamaah di Madinah, menurut Muslih, tidak teralu rumit mengingat dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) ke hotel di Madinah tersebut jaraknya kurang lebih satu jam saja. 

"Karena kita akan ada komunikasi tektok dengan pihak bandara, terutama transportasi bandara. Ketika jemaah tersebut sudah didorong, diberangkatkan dari bandara, diinformasikan ke kami di hotel Madinah, tentu kita akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan," kata Muslih.

Ia pun telah mengantisipasi seandainya terdapat jamaah yang tertinggal baik di hotel maupun di lokasi-lokasi tertentu. Jika terdapat kejadian seperti jamaah tertinggal di kamar (hotel), ia memastikan timnya akan melakukan koordinasi dengan seksi akomodasi.

"Jika ada jamaah yang ketinggalan kita akan siapkan kendaraan di luar bus, entah kendaraan operasional daker atau minibus Coaster yang biasa digunakan teman-teman petugas (haji)," tutur Muslih.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.