TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunuka, Kalimantan Utara, terus berbenah dalam sistem pengadaan barang dan jasa.
Kali ini, langkah serius ditunjukkan lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Persiapan Pengadaan dan Mini Kompetisi dalam E-Purchasing yang resmi dibuka, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juni Mardiansyah, A.P., mewakili Bupati Nunukan.
Tak sekadar pelatihan biasa, bimtek ini disebut-sebut menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem pengadaan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Juni, disampaikan bahwa inovasi terus dilakukan untuk memperbaiki sistem pengadaan, salah satunya melalui fitur terbaru dalam Katalog Elektronik Versi 6.
“Fitur Mini Kompetisi ini menjadi langkah maju.
Bukan hanya soal mendapatkan harga terbaik, tapi juga memastikan proses belanja pemerintah berjalan sehat dan kompetitif,” ungkapnya.
Baca juga: Workshop Reformasi Birokrasi, Wabup Nunukan Tekankan Peran Pemimpin Sebagai Penggerak Perubahan
Fitur Mini Kompetisi ini bahkan dinilai mampu mendorong transformasi digital dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah secara signifikan.
Sebanyak 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari PPK, PPTK, Pejabat Pengadaan, hingga pejabat fungsional terkait.
Melalui bimtek ini, Pemkab Nunukan berharap lahir SDM pengadaan yang lebih profesional dan kompeten, sehingga kualitas tata kelola pemerintahan semakin meningkat dan terpercaya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Mustofa dari Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), yang memberikan pemahaman mendalam terkait praktik mini kompetisi dalam e-purchasing.
(*)