TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TribunSorong.com dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong dilaksanakan, pada Rabu 22 April 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara media dan instansi pemerintah, khususnya dalam penyebarluasan informasi keimigrasian kepada masyarakat.
Baca juga: Perkuat Kedaulatan, Kantor Imigrasi Sorong Ikuti Pengarahan Virtual Dirjen Imigrasi
Penandatanganan dari pihak Imigrasi oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Johan Hengky Nahuway dan disaksikan Kepala Imigrasi Sorong Robert Wanggai dan jajaran.
Robert Wanggai menegaskan pentingnya kolaborasi dengan media sebagai mitra dalam meningkatkan transparansi, edukasi publik, serta pelayanan informasi akurat dan terpercaya.
TribunSorong.com komitmen mendukung penyebaran informasi yang berkualitas, khususnya terkait kebijakan, layanan, dan program keimigrasian.
Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi publik terkait isu-isu keimigrasian.
Ruang lingkup PKS ini mencakup publikasi kegiatan, sosialisasi program, serta penyediaan konten informatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Rayakan Hari Bhakti ke-76, Imigrasi Sorong Bakal Buka Pos Pelayanan di Maybrat dan Raja Ampat
Dengan adanya kerja sama ini, kedua pihak optimistis dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung pelayanan publik yang lebih baik di wilayah Sorong dan sekitarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kemitraan antara TribunSorong.com dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong pada mulanya merupakan Pos Imigrasi di bawah pengawasan Kantor Imigrasi Jayapura dengan tugas melayani kapal – kapal yang datang ke Sorong untuk memuat hasil bumi berupa minyak, dengan semakin meningkatnya pengeboran minyak di daerah Kasim Sele dan Salawati yang memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) sehingga beban/Volume kerja semakin meningkat.
Baca juga: Hari Bakti Ke-76, Imigrasi Sorong Buka Layanan Paspor Simpatik: Permudah Pemohon di Akhir Pekan
Dengan adanya penigkatan Volume kerja maka status Pos Imigrasi yang pada saat itu berkedudukan di pulau Doom ditingkatkan menjadi Kantor Imigrasi yang beralamat di Jl. Ahmad Yani Komplek Pelabuhan Sorong.
Pergantian status pos Imigrasi menjadi Kantor Imigrasi berlangsung pada tahun 1965.
Dengan semakin berkembangnya baik volume kerja maupun perkembangan kota Sorong maka pada Tahun 1982/ 1983 melalui APBN Kantor Imigrasi Sorong mendapat alokasi dana pembangunan unutk membangun sebuah kantor Imigrasi dilengkapi dengan ruang detensi yang terleltak di Jl. Masjid Raya HBM Sorong.
Letak Kota Sorong sangat strategis karena merupakan jalur pintu masuk- keluar menuju Provinsi Papua.
Kota Sorong memiliki sumber daya alam yang sangat potensial sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.
Kota Sorong dijuluki sebagai “ Kota Minyak ” karena sejak tahun 1947, daerah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah terutama pengolahan minyak bumi.
Baca juga: Imigrasi Sorong Dukung Penuh Bandara DEO dan Pelabuhan Waisai sebagai Pintu Masuk Internasional
Sarana pelabuhan samudera dengan klasifikasi kelas 3 (tiga) sara terminal, sara gedung, gedung dengan disinggahi oleh armada angkutan laut seperti kapal penumpang mewah, kapal perintis antar pulau dan kapal-kapal barang/ Kapal pesiar yang jadwalnya tiap hari disinggahi 2-3 kapal dari berbagai daerah atau perairan.
Jumlah pelabuhan umum 3 unit dan dermaga khusus 10 unit yang dilengkapi dengan terminal penumpang dan sarana gudang serta lapangan dan kapasitas rata-rata 1 terminal armada angkutan laut milik PT. PELNI 6(enam) buah dan kapal perintis 6 (enam) buah.
Baca juga: Imigrasi Sorong dan Politeknik Kelautan Perikanan Perkuat Kolaborasi Pengawasan Riset Asing
Saran perhubungan udara yang ada di Kota Sorong 1 (satu) unit yaitu Bandara Domine Eduard Osok yang panjangnya mencapai 1.800 M2 dengan klasifikasi bandar udara kelas 2. (tribunsorong.com/petrus bolly lamak)