TRIBUNPALU.COM - Iran curiga Genjatan Senjata Donald Trump sebagai tak-tik untuk siapkan pasukan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Selasa (21/4/2026), mengumumkan perpanjangan Gencatan Senjata.
Hal ini disebut sebagai upaya memberikan ruang tambahan bagi proses perundingan damai yang hingga kini masih berlangsung alot.
"Keputusan ini diambil guna memberi waktu bagi kedua negara melanjutkan perundingan untuk mengakhiri perang," ujar Trump dalam pernyataan resminya.
Trump mengeklaim bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Pakistan.
Pihak Pakistan meminta agar serangan ditunda sementara waktu sampai para pihak dapat menyusun proposal perdamaian yang lebih terpadu.
Namun, langkah Washington ini memicu kecurigaan dari pihak Teheran yang menilai adanya motif terselubung di balik uluran tangan tersebut.
Baca juga: Warga Banggai Keluhkan Kelangkaan Gas 5,5 Kg dalam Tiga Hari Terakhir
Sejumlah pejabat Iran menduga bahwa perpanjangan Gencatan Senjata ini hanyalah taktik AS untuk membeli waktu sebelum melancarkan serangan baru.
Sejumlah pejabat Iran menilai langkah tersebut bukan murni niat damai. Mereka menduga ada strategi tersembunyi di baliknya, yakni untuk membeli waktu sebelum melancarkan serangan baru.
Situasi semakin rumit karena Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade militer terhadap jalur perdagangan Iran. Kondisi ini membuat gencatan senjata terasa rapuh, bahkan dipandang sebagai ketenangan semu di tengah ancaman konflik terbuka.
Di lapangan, perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari itu sudah menelan ribuan korban dan mengguncang stabilitas ekonomi global.
Kini, perhatian dunia tertuju pada arah kebijakan berikutnya apakah ini benar langkah menuju perdamaian, atau justru awal dari eskalasi yang lebih besar.
Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Beri Waktu Tambahan untuk Negosiasi
Bahkan, Iran kembali mengancam akan merespons blokade AS dengan kekuatan.
Seorang penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, Mehdi Mohammadi, menilai pengumuman Trump tidak memiliki bobot dan menyebutnya sebagai upaya untuk mengulur waktu.
“Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas merupakan taktik untuk mempersiapkan serangan kejutan,” katanya melalui media sosial X.
Di sisi lain, Trump mengeklaim Iran saat ini berada dalam kondisi internal yang terpecah akibat konflik dan serangan yang menargetkan sejumlah pejabat tinggi negara tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang disebut telah digantikan oleh putranya.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan apresiasi kepada Trump atas kesediaannya memperpanjang gencatan senjata demi memberi ruang bagi upaya diplomasi.
“Saya berharap kedua pihak dapat terus mematuhi gencatan senjata dan mencapai kesepakatan damai dalam perundingan lanjutan di Islamabad,” kata Sharif.
Namun, jadwal pasti putaran kedua perundingan damai tersebut masih belum dipastikan.
Update informasi lainnya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WA Channel