Geopolitik Timur Tengah Tak Ganggu Keberangkatan, 158 Jemaah Haji Basel Siap Berangkat
Asmadi Pandapotan Siregar April 22, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah dipastikan tidak memengaruhi jadwal pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada musim haji tahun 2026. Pemerintah menegaskan seluruh tahapan keberangkatan tetap berjalan sesuai rencana tanpa perubahan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangka Selatan, Agus Sadimin mengatakan, pihaknya hanya mengikuti instruksi dari pemerintah pusat terkait skenario pemberangkatan di tengah situasi global. Kewenangan pengambilan keputusan berada di tingkat pusat, sementara daerah bertugas melaksanakan instruksi. Namun dapat dipastikan hingga saat ini belum ada perubahan jadwal keberangkatan jemaah.

“Kami hanya mendengar dan menindaklanjuti instruksi dari pusat, dan sampai sekarang keberangkatan tetap sesuai jadwal,” ujar Agus Sadimin kepada Bangkapos.com, Rabu (22/4/2026).

Menurut Agus Sadimin, saat ini tahapan yang berlangsung adalah persiapan teknis pemberangkatan jemaah menuju asrama haji. Jadwal yang telah ditetapkan masih menjadi acuan utama bagi seluruh calon jemaah. Untuk kloter pertama secara nasional, jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 22 April 2026 di masing-masing provinsi. Artinya, seluruh proses masih berjalan normal dan belum ada perubahan yang signifikan.

Khusus untuk Kabupaten Bangka Selatan, sebanyak 158 calon jemaah haji akan diberangkatkan dalam dua kelompok besar. Sebanyak 37 orang dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Antara Bangka Belitung pada 1 Mei 2026 sebagai bagian dari kloter awal daerah. Rincian jemaah tersebut berasal dari beberapa kecamatan dengan komposisi laki-laki dan perempuan yang beragam. Dari jumlah itu, sebagian besar berasal dari Kecamatan Toboali yang mencapai 24 orang.

Ia merinci, Kecamatan Toboali menyumbang jemaah terbanyak dengan komposisi seimbang antara laki-laki dan perempuan. Sementara itu, Kecamatan Airgegas hanya mengirimkan satu orang jemaah perempuan dalam kloter awal ini.

“Kecamatan Pulau Besar mengirimkan dua orang, sedangkan Kecamatan Payung empat orang, dan Simpang Rimba enam orang,” jelas Agus.

Mayoritas jemaah Bangka Selatan tergabung dalam kloter berikutnya yang dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026. Dalam kloter ini terdapat 121 orang jemaah, terdiri dari 55 laki-laki dan 66 perempuan, menjadikannya kloter terbesar dari daerah tersebut. Kecamatan Airgegas menjadi penyumbang terbesar dengan total 66 orang jemaah.

Selain Airgegas, beberapa kecamatan lain juga turut berkontribusi dalam kloter kedua ini. Kecamatan Toboali mengirimkan 19 orang jemaah, diikuti Kecamatan Tukak Sadai sebanyak 17 orang. Kecamatan Payung menyumbang delapan orang, Simpang Rimba tujuh orang, dan Kecamatan Lepar empat orang jemaah.

“Komposisi ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi untuk menunaikan ibadah haji tahun ini,” ucapnya.

Agus Sadimin menegaskan bahwa seluruh persiapan keberangkatan hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Mulai dari pengurusan dokumen seperti paspor dan visa, pelaksanaan manasik haji, hingga pemeriksaan kesehatan telah diselesaikan dengan baik. Dukungan dari berbagai pihak juga dinilai sangat membantu kelancaran proses tersebut.

Ia menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Instansi seperti dinas kesehatan, bagian kesejahteraan rakyat, serta pihak perbankan turut dilibatkan dalam memastikan kesiapan jemaah. Rapat koordinasi juga telah digelar guna menyinkronkan seluruh tahapan pemberangkatan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder agar proses ini berjalan maksimal,” tukas Agus Sadimin. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.