Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Seekor biawak berukuran besar menampakkan diri di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, di tengah teriknya cuaca panas.
Reptil yang akrab disapa Sukawas oleh warga setempat itu terlihat muncul di tengah kerumunan para nelayan, Rabu (22/4/2026).
Kemunculan biawak dengan panjang sekitar 1,7 meter dan berat mencapai 45 kilogram tersebut tergolong tidak biasa.
Pasalnya, Sukawas umumnya hanya terlihat pada pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu tinggi. Diduga, kondisi cuaca sangat panas menjadi satu faktor yang mendorong hewan itu keluar dari persembunyiannya.
Biawak itu selama ini dikenal sebagai penghuni di sekitar saluran pembuangan limbah ikan di kawasan cagar alam Pantai Timur Pangandaran.
Baca juga: 35 Ribu Warga Pangandaran Berada di Bawah Garis Kemiskinan
Dan kehadiran biawak tersebut dianggap bermanfaat oleh nelayan, karena memakan sisa ikan dan jeroan yang tidak terpakai.
Kepala BKSDA Pangandaran, Kusnadi, menyampaikan Sukawas merupakan biawak jantan yang telah lama hidup di area tersebut. Memang, kawasan cagar alam menjadi habitat bagi banyak biawak laut.
"Biasanya mereka bersembunyi di dekat goa dan karang-karang di sekitar pesisir," ujar Kusnadi dihubungi Tribun melalui WhatsApp, Rabu (22/4/2026) pagi.
Menurutnya, melimpahnya sumber makanan di lokasi tersebut membuat biawak-biawak, termasuk Sukawas, betah tinggal dan berkembang biak di area itu.
"Jadi, bukan hanya satu, ada beberapa biawak berukuran besar yang hidup di sekitar saluran pembuangan ikan," katanya.
Secara fisik, Sukawas memiliki kemiripan dengan komodo, sehingga kerap menarik perhatian warga maupun wisatawan yang melintas.
Meski demikian, biawak itu tidak disebut berbahaya selama tidak diganggu. Tapi, Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga jarak."Ya, termasuk tidak boleh mengusik satwa liar itu," ucap Kusnadi.(*)