Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Warga di sekitar Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Ciamis, sempat dibuat khawatir dengan kemunculan seekor ular sanca sepanjang kurang lebih 3,5 meter di depan MAN 2 Ciamis, Rabu (22/4/2026) dini hari.
Ular tersebut diketahui melintas di badan jalan, tepat di area yang kerap dilalui masyarakat dan pelajar.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Ero Jaya Suhanda (55), warga Dusun Citutut, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing.
Saat itu, ia tengah dalam perjalanan pulang dari Maleber menuju Dewasari.
Ero mengaku kaget saat melihat seekor ular berukuran besar melintas di tengah jalan.
Menyadari potensi bahaya yang bisa ditimbulkan, terlebih lokasi berada di depan sekolah, ia pun segera mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian tersebut ke UPTD Damkar Ciamis.
“Karena khawatir membahayakan, apalagi di depan sekolah, saya langsung melaporkan ke Damkar,” ujarnya.
Baca juga: Ular Sanca 3 Meter Lilit Kucing Warga Ciamis, Damkar Turun Tangan Evakuasi Dramatis
Baca juga: Ular Sanca Besar Incar Ternak Warga Mangkubumi Tasikmalaya
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Damkar Ciamis bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 01.49 WIB.
Tim yang diterjunkan terdiri dari Irvan Supyani, Hendra Gunawan, dan Iik Abdul Kholik dengan menggunakan satu unit kendaraan operasional.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya evakuasi dengan prosedur standar penanganan satwa liar.
Ular jenis sanca (Malayopython reticulatus) tersebut ditemukan berada di area depan sekolah dan sempat berada di sekitar badan jalan.
Meski memiliki ukuran cukup besar, proses evakuasi berjalan relatif lancar. Petugas dengan sigap mengendalikan pergerakan ular hingga akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali.
“Ular berhasil diamankan dalam kondisi hidup. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa respons cepat petugas merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kondisi darurat maupun potensi ancaman keselamatan.
Proses penanganan selesai sekitar pukul 02.10 WIB. Setelah memastikan situasi di lokasi benar-benar aman dan kondusif, petugas kemudian kembali ke markas untuk melanjutkan tugas piket kesiapsiagaan.
Budi Rahmat mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar, terutama di wilayah yang berdekatan dengan area persawahan, kebun, atau aliran sungai yang menjadi habitat alami hewan tersebut.
Ia juga mengingatkan agar warga tidak mencoba menangani sendiri jika menemukan satwa berbahaya, melainkan segera melapor kepada petugas berwenang.
“Segera hubungi Damkar atau pihak terkait jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, agar bisa ditangani secara aman dan profesional,” pungkasnya.(*)