PKB Kaltim Gelar UKK Calon Ketua DPC, Fokus Target Pemilu 2029 dan Pilkada 2030
Amelia Mutia Rachmah April 22, 2026 03:10 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Kalimantan Timur (DPW PKB Kaltim) resmi menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi para calon Ketua DPC PKB se-Kalimantan Timur (Kaltim).

Agenda krusial tersebut dilaksanakan di Hotel Royal Park, Jalan Sentosa, Kota Samarinda, Kalimantan Timur Selasa (21/4/2026).

Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi panjang dalam menentukan sosok pemimpin partai di tingkat daerah untuk lima tahun ke depan.

Ia mengungkapkan bahwa UKK diikuti oleh 17 kandidat dari 10 DPC di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Tim penguji dalam proses ini didatangkan langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Baca juga: Wacana Hak Angket DPRD Kaltim, PKB Pilih Kajian Mendalam dan Tidak Terburu-buru

"Sudah kita laksanakan uji kepatutan dan kelayakan. Yang diuji meliputi pengetahuan tentang PKB, rencana kerja, hingga target-target politik untuk Pemilu 2029 dan Pilkada 2030 mendatang," terang Syafruddin, Rabu (22/4/2026), didampingi Sekretaris DPW PKB Kaltim Alif Ndasi dan Bendahara Alauddin.

Fokus Target Politik dan Struktur Partai

Syafruddin menegaskan bahwa poin utama dalam seleksi ini adalah kesiapan calon ketua dalam mengamankan suara serta kursi dalam kontestasi politik mendatang.

Setiap calon ketua diwajibkan mampu membangun struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah.

"Calon ketua wajib membentuk kepengurusan dari tingkat PAC (Kecamatan) hingga Ranting (Kelurahan/Desa). Tidak hanya kerja struktur, tetapi juga kerja kultural," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan para calon untuk memperkuat basis PKB yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU).

Baca juga: Seleksi Calon Ketua DPC PKB Kaltim, 15 Kandidat Lanjut Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Tahap II

Penguatan ini mencakup keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian serta menjalin hubungan erat dengan struktur NU di masing-masing daerah.

Kutim Gunakan Hak Veto DPP

Dalam proses UKK kali ini, terdapat perlakuan khusus untuk DPC PKB Kutai Timur (Kutim).

Syafruddin menjelaskan bahwa Kutai Timur tidak mengikuti mekanisme UKK seperti daerah lain karena kondisi perolehan kursi yang masih nol.

"Kutai Timur itu istimewa karena saat ini nol kursi. Maka, DPP mengambil langkah hak veto untuk menunjuk langsung ketuanya. Dan hari ini sudah final, Ketua DPC PKB Kutai Timur adalah Ibu Sulasih," ungkapnya.

Penunjukan Sulasih, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kaltim, dinilai sebagai langkah strategis untuk membangkitkan kekuatan partai di wilayah tersebut.

Baca juga: Jelang Pemilu 2029 Bawaslu Paser Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Pelajar Turut Hadir

"Hanya satu calon tunggal karena tugasnya berat. Beliau ditugaskan menahkodai Kutai Timur agar PKB kembali bangkit di sana pada pemilu mendatang," tambahnya.

Optimisme Perkuat Basis Politik

Melalui proses UKK ini, PKB Kaltim optimistis mampu melahirkan kader-kader terbaik yang siap membawa perubahan signifikan bagi partai.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat posisi PKB di tingkat lokal maupun nasional.

“Nanti akan kita update kembali apa hasil yang ditentukan DPP dan siapa–siapa kader yang lolos serta ditunjuk untuk menjabat Ketua DPC di Kabupaten/Kota,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.