Pedagang Kue di Kepahiang Keluhkan Harga LPG Non-Subsidi Naik Drastis
Hendrik Budiman April 22, 2026 03:42 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pedagang kue dan snack aroma bakery bernama Lauren (24) mengeluhkan kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas  (LPG) non subsidi. 

Diketahui dalam proses pembuatan kue maupun snack di toko aroma bakery menggunakan LPG 12 Kg dengan pengisian 3 hari sekali. 

"Pengisian gas kami lakukan dalam tiga hari sekali kami ganti lima tabung," ucap Lauren salah satu karyawan toko aroma bakery. 

Disisi lain harga LPG 12 Kg mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp 250.000 menjadi Rp 280.000 pertabungnya. 

"Iya benar mengalami kenaikan dari Rp 250 ribu pertabungnya menjadi Rp 280 ribu pertabungnya," ungkap Lauren. 

Baca juga: Curhat Lina, Warga Rawa Makmur Bengkulu yang Tetap Bertahan Pakai LPG Nonsubsidi Meski Harganya Naik

Tentunya dengan kenaikan tersebut Lauren menerangkan pengeluaran toko juga ikut bertambah. Sehingga pihaknya berencana bakal ikut menaikan harga produk jualan. 

"Kenaikan LPG itu memberatkan kami, kalau sekarang belum berdampak dengan harga produk jualan kita, tapi mungkin minggu depan bakal ada kenaikan harga," jelas Lauren. 

Harapannya kenaikan gas jangan langsung drastis, karena tentunya berpengaruh pada konsumen produk mereka yang menurun nantinya. 

"Harapan kita gas non subsidi kini jangan terlalu melonjak naik drastis seperti ini, karena sangat berpengaruh bagi kami yang banyak menggunakan gas. Sementara jika kami naikan langsung harga barang, berdampak pada konsumen kami juga akan mengalami penurunan," harap Lauren.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.