Groundbreaking Jalan Wates–Metro, Gubernur Temukan Bangunan Tutupi Drainase
Daniel Tri Hardanto April 22, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Metro – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan groundbreaking pembangunan jalan provinsi pada ruas Wates–Metro dan Kota Gajah–Metro, Rabu (22/4/2026). 

Kegiatan ini turut dihadiri Sekprov Lampung Marindo Kurniawan, jajaran Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Dinas Kominfo, DPRD Lampung, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, serta jajaran pemerintah daerah lainnya.

Dua ruas yang mulai dikerjakan yakni jalan lintas Wates–Metro dan jalan lintas Kota Gajah–Metro, yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah.

Namun di sela perjalanan menuju lokasi ruas Kota Gajah–Metro, gubernur menemukan adanya pembangunan sebuah swalayan di Jalan Patimura, Kota Metro, yang menutup saluran drainase.

Bangunan tersebut diketahui tengah membuat akses penghubung antara area swalayan dengan jalan utama, dengan lebar diperkirakan sekitar 30 meter, guna memudahkan kendaraan keluar-masuk pengunjung. 

Sayangnya, pembangunan itu dilakukan di atas saluran drainase tanpa pembenahan yang memadai.

Mengetahui hal itu, gubernur langsung menghentikan rombongan dan menegur pekerja di lokasi.

“Kalau dibangun di atas drainase begini bagaimana air mau lancar. Boleh saja dibangun, tapi benahi dulu drainasenya. Harus sesuai aturan. Kalau begini genangan air ke jalan dan jalan cepat rusak,” kata Gubernur Mirza kepada Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso di lokasi.

Ia meminta pemerintah daerah segera mengecek perizinan pembangunan tersebut dan memastikan tidak ada pelanggaran yang merugikan masyarakat.

“Tolong Pak Wali, ini dicek izinnya. Kita harus sama-sama perbaiki. Percuma jalan dibangun, baru sebentar rusak lagi. Nanti warga yang sudah menunggu bertahun-tahun justru kecewa,” lanjutnya.

Gubernur juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak sembarangan membangun, terutama jika berpotensi mengganggu fungsi drainase yang berdampak langsung pada infrastruktur jalan.

Dalam kesempatan itu, gubernur turut berdialog dengan warga dan karang taruna setempat. 

Dari keterangan warga, ruas jalan tersebut kerap mengalami banjir saat hujan, bahkan air sering masuk ke rumah karena saluran drainase sudah lama tidak diperbaiki.

“Saya minta ini benar-benar dibenahi drainasenya dulu. Cari ke mana aliran airnya. Jangan sampai air menggenang di jalan, apalagi sampai masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Ruas jalan Kota Gajah–Metro sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan lalu lintas masyarakat di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pembangunan infrastruktur jalan yang dibarengi dengan sistem drainase yang baik agar kualitas jalan lebih tahan lama dan memberikan kenyamanan bagi pengguna.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.