UTBK SNPMB di UNG Jadi Harapan Peserta dari Luar Daerah, Pilih Jurusan hingga Peluang Kerja
Wawan Akuba April 22, 2026 03:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dimanfaatkan ribuan peserta agar bisa lulus di perguruan tinggi.

Dari informasi yang diterima Tribun Gorontalo pelaksanaan ini telah berlangsung sejak Senin (13/4/2026) dan dijadwalkan berakhir pada Minggu (26/4/2026).

Pantauan di lapangan, Rabu (22/4/2026), suasana ujian di Gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG terlihat tertib. 

Para peserta datang sejak pagi hari, sebagian bahkan sudah berada di lokasi sebelum pukul 07.00 Wita.

Kendati demikan ujian sesi pagi dimulai pukul 08.00 Wita hingga 11.30 Wita.

Peserta tampak mengenakan pakaian rapi berwarna putih hitam.

Mereka satu per satu duduk di depan komputer masing-masing, dan fokus mengerjakan soal di layar komputer.

Di balik suasana tenang itu, tersimpan berbagai harapan dari para peserta yang datang tidak hanya dari Gorontalo, tetapi juga dari luar daerah.

Salah satunya, Elza Zainab Talib (18), peserta asal SMAN 1 Batui, Kabupaten Banggai Laut.

Elza mengaku memilih beberapa jurusan dengan pertimbangan peluang kerja di masa depan.

Pilihan utamanya adalah Program Studi Bimbingan Konseling, disusul Pendidikan Biologi, dan Keperawatan di Universitas Tadulako Palu sebagai alternatif.

"Kalau saya ambil tiga jurusan, dua di UNG dan satu di Tadulako, berharap ada salah satu yang tembus," ujarnya usai ujian.

Elza menilai jurusan bimbingan konseling memiliki peluang yang cukup besar untuk pekerjaan di masa depan.

"Kalau pilihan pertama saya bimbingan konseling, itu banyak peluangnya di masa depan," katanya.

Menurut Elza, kebutuhan tenaga konselor masih cukup tinggi dan diprediksi akan terus meningkat.

"Sebab Konseling ini jarang dipilih dan masih sedikit sehingga menjadi kesempatan besar untuk dapat pekerjaan," bebernya.

Selain itu, ia juga mempertimbangkan minat pribadi dalam menentukan pilihan jurusan.

Selain itu, Pendidikan Biologi menjadi pilihan kedua karena sesuai dengan ketertarikannya di bidang sains.

"Kalau Biologi saya memang suka mata pelajaran ini sehingga saya memilih jurusan ini," ujarnya.

Elza juga mengaku telah mempersiapkan diri jauh sebelum ujian termasuk peralatan ujian hingga belajar lebih giat.

Ia datang lebih awal ke lokasi ujian untuk memastikan tidak ada kendala administratif.

“Dari pagi sekitar jam tujuh sudah di sini. Persiapannya belajar dan siapkan berkas seperti kartu peserta dan KTP,” ujarnya.

UNG sendiri, menurut Elza, menjadi pilihan utama karena faktor kenyamanan dan kedekatan lokasi.

Ia menyebut kampus tersebut sebagai salah satu yang paling diminati di kawasan Gorontalo.

"UNG ini adalah kampus yang saya impikan dari dulu agar bisa kuliah di sini, selain masih terbilang dekat dengan kampung halaman saya serta kakak saya juga kuliah di sini," katanya.

Ia mengaku orang tuanya juga mendukung penuh untuk kuliah di UNG.

"Iya orang tua memang paling suport kalau di UNG jadi semoga saya bisa lulus," harapnya.

Ditanya soal tantangan dari kampung halaman ke Gorontalo ia mengaku tidak ada kendala berarti.

Namun yang paling dirasakan jadi tantangan adalah menahan pusing dan muntah saat naik kapal.

"Cuman pusing dan suka muntah saja itu yang jadi tentangan selain itu tidak ada," jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Nurvadila B Lundunan (17), peserta asal SMA Negeri Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Ia memilih jurusan yang masih berada dalam rumpun ilmu yang ia pelajari di sekolah.

Pilihan yang diambil antara lain Pendidikan Biologi dan jurusan di bidang pertanian.

"Karena saya dari jurusan IPA, jadi pilih yang masih berkaitan, biar saya kalau kuliah tinggal mempermantap tidak harus belajar daei nol lagi," katanya.

Nurvadila mengaku telah melakukan persiapan dengan belajar secara mandiri sebelum mengikuti ujian.

Ia juga datang lebih awal ke lokasi untuk menghindari keterlambatan.

"Sekitar setengah tujuh sudah sampai, saya takut terlambat karena ini kesempatan yang tidak bisa saya sia-siakan,” ujarnya.

Perjalanan dari daerah asalnya menuju Gorontalo menjadi pengalaman tersendiri.

Namun ia menilai UNG sebagai pilihan yang realistis dan terjangkau, baik dari sisi akses maupun biaya transportasi.

“Akses dari daerah saya ke sini cukup mudah dan terjangkau, maka itu saya memilih kuliah di Gorontalo,” tambahnya.

Bagi Nurvadila, memilih kampus tidak hanya soal kualitas pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan akses dan kondisi ekonomi keluarga.

"Kualitas pendidikan itu penting tapi kita juga harus mempertimbangkan biaya apalagi kita perantau. Jadi dua dua penting," tegasnya.

Mereka berdua berharap bisa lulus kuliah di UNG yang menjadi impian semasa masih di sekolah atas.

Ke duanya adalah teman yang baru bertemu di UNG sehingga itu juga jadi pengalaman tersendiri bagi keduanya.

Pelaksanaan UTBK di UNG sendiri berlangsung dengan pengawasan ketat.

Panitia memastikan seluruh peserta mengikuti ujian sesuai prosedur.

Peserta juga diingatkan untuk membawa dokumen penting seperti kartu peserta dan identitas diri.

Selama ujian berlangsung, suasana di dalam ruangan relatif tenang. Hanya suara ketikan dan sesekali gerakan peserta yang terdengar. Selebihnya senyap.

Diketahui pelaksanaan UTBK ini menjadi salah satu tahap penting bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Hasil ujian nantinya akan menentukan peluang mereka diterima di program studi dan kampus yang diinginkan.

Harapan besar pun disematkan pada hasil ujian yang mereka jalani. Bagi sebagian peserta, UTBK bukan sekadar ujian, tetapi juga pintu menuju masa depan yang mereka cita-citakan.(*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.