Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Belum genap satu tahun ditempati, gedung empat lantai Kantor DPRD Maluku Tengah alami kebocoran di beberapa titik.
Gedung megah di Jalan R A Kartini, Kelurahan Namaelo, Kota Masohi itu belakangan menjadi sorotan para pengguna.
Sebaran kebocoran bervariasi, dari lantai satu hingga di lantai empat. Plafon gedung ambruk dan copot dari kerangka baja.
Pantauan TribunAmbon, Rabu (22/4/2026) sekira pukul 15.47 WIT, lantai satu mengalami kebocoran plafon yang berdiameter hampir 1 meter, ditambah air merembes dari bocornya plafon
Kebocoran plafon di lantai satu berada tepat di depan ruang Fraksi PDIP DPRD Maluku Tengah. Selain itu, bau tak sedap juga menyeruak ke ruangan yang diduga berasal dari pipa pembuangan di balik plafon.
Sementara di lantai empat, kebocoran plafon berdiameter hampir 2 meter, berada tepat di samping ruang rapat Komisi IV DPRD Maluku Tengah.
Di balik kebocoran plafon, atap gedung nampak menganga dengan satu titik kebocoran atap.
Selain kebocoran plafon dan atap gedung, para pengguna gedung juga dihadapkan dengan kondisi lift yang tak lagi berfungsi, dimana hanya sempat digunakan kurang dari satu bulan.
Baca juga: Pemuda di Malra Tewas Usai Dianiaya, 3 Terduga Pelaku Langsung Diamankan
Baca juga: Lengkapi Berkas Korupsi KUR BRI Unit Batu Merah-Ambon, 2 Calo, 1 Mantri, dan Nasabah Diperiksa
Dikutip dari Liputan Malteng, gedung tersebut dibangun tahun 2020-2022 dengan anggaran jumbo sebesar Rp.38 Miliar.
Sayangnya pasca dikerjakan, gedung tersebut tidak langsung ditempatkan melainkan dibiarkan kosong hampir dua tahun.
Tepat Agustus 2025, gedung megah tersebut mulai ditempati Anggota DPRD Maluku Tengah, namun sebagian besar ruangan anggota dibiarkan begitu saja tanpa diisi perkakas ruangan kantor.
Salah satu staf perencanaan Sekretariat DPRD Maluku Tengah yang kerap disapa Gomal menuturkan bahwa belakangan DPRD mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan kecil pada sejumlah titik kebocoran plafon.
Ia mengungkapkan, saat selesai dikerjakan gedung tersebut tak langsung ditempati melainkan dibiarkan kosong selama dua tahun. Hal itulah yang diduga menjadi penyebab lift tak lagi berfungsi.
"Lift sudah pernah diperbaiki satu kali, kemudian berhasil, tapi dipakai beberapa kali akhirnya rusak lagi," ujar Gomal. (*)