- Iran disebut telah menyiapkan “kejutan baru” sebagai langkah antisipasi apabila konflik dengan AS kembali pecah setelah gencatan senjata.
Laporan Al Mayadeen (22/4) menyebut Kepala Pasukan Dirgantara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi, buka suara.
Ia menegaskan bahwa setiap bentuk agresi baru terhadap Iran pascagencatan senjata akan dibalas dengan serangan di berbagai lokasi.
Ia menegaskan bahwa jika serangan kembali terjadi, respons Iran tidak akan terbatas pada satu wilayah saja.
Target balasan disebut dapat menjangkau berbagai titik yang dianggap strategis.
Terkait kondisi militer, Mousavi menyampaikan bahwa pasukan Iran tetap berada dalam kondisi siaga tinggi meski gencatan senjata berlangsung.
Ia menggambarkan bahwa personel militer tetap siaga penuh dengan kesiapan operasional tinggi.
Untuk mempertahankan wilayah dan peradaban yang telah berusia ribuan tahun.
Mousavi juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Iran atas dukungan mereka.
Serta menegaskan kembali komitmen militer untuk merespons setiap potensi serangan baru secara lebih luas jika terjadi pelanggaran kesepakatan.
Ia turut mengeluarkan peringatan kepada negara-negara di kawasan selatan.
Menurutnya, jika wilayah atau kemampuan mereka digunakan untuk mendukung serangan terhadap Iran, maka hal tersebut dapat berdampak pada produksi minyak di kawasan tersebut.