- Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya telah melemahkan kekuatan laut Iran.
Iran disebut masih mampu mengganggu aktivitas di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.
Sejumlah pakar menilai, kekuatan Iran bukan hanya terletak pada armada konvensional.
Melainkan pada strategi tidak biasa yang dikenal sebagai “armada nyamuk.”
Armada ini terdiri dari ribuan kapal kecil berkecepatan tinggi yang dilengkapi dengan dukungan drone serta rudal pantai.
Pola serangan berkelompok atau kawanan dinilai efektif dalam menciptakan gangguan.
Bahkan setelah infrastruktur militer konvensional Iran mengalami kerusakan.
Konsep armada nyamuk merujuk pada penggunaan kapal-kapal kecil yang bergerak cepat, membuat musuh kewalahan buntut sulit dideteksi.
Kapal-kapal ini mampu melaju dengan kecepatan tinggi dan dilengkapi persenjataan seperti senapan mesin, roket, hingga rudal antikapal, serta perangkat penebar ranjau.
Seorang mantan pejabat Pentagon, Alex Plitsas, menjelaskan bahwa istilah tersebut digunakan karena ukuran kapal yang kecil namun tetap mampu menyerang dan menimbulkan gangguan.
Ia menilai, meski ukurannya terbatas, kapal-kapal tersebut tetap memiliki daya pukul yang signifikan.