Uni Eropa dan Indonesia resmi merilis portal EU Green Engineering Hub, Rabu (22/4/2026). Portal ini menyediakan informasi lowongan kerja hijau, peluang studi dan riset, serta beasiswa untuk lulusan SMA/sederajat, vokasi, hingga S3.
Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Ditjen Saintek Kemdiktisaintek, Yudi Darma, mengatakan EU Green Engineering Hub menjadi platform terintegrasi yang juga menyediakan informasi program studi terkait pembangunan berkelanjutan serta peluang kolaborasi di bidang green engineering di kawasan Uni Eropa.
Ia menjelaskan bahwa platform ini juga diharapkan memperbesar peluang dosen dan peneliti RI untuk berpartisipasi dan memanfaatkan sumber daya Uni Eropa, termasuk pendanaan riset, yang dibuka untuk talenta berbagai negara.
"Nah, tentunya di situ ada mekanisme seleksi. Jadi di saat kita ingin memperebutkan pendanaan yang disiapkan EU, tentunya kita harus berkompetisi dengan semua peneliti, tidak hanya di Indonesia," kata Yudi usai peluncuran platform pada rangkaian RI-EU Science & Technology Collaboration Forum di Grha Diktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat.
Dampak buat RI
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, mengatakan, kerja sama RI-EU diharapkan membuka peluang bagi talenta RI. Tujuannya agar RI dapat lebih beradaptasi dan menguasai perkembangan iptek terbaru di sektor teknologi hijau sebagai dasar menuju industrialisasi.
Para talenta RI diharapkan bisa menggerakkan teknologi hijau pendukung transisi ke energi hijau.
"Kita tentu ingin meningkatkan dari sisi kuantitas maupun dari sisi kualitas, sehingga seluruh pekerjaan-pekerjaan rekayasa di Indonesia yang tadi disampaikan, sejatinya itu bisa dilakukan oleh engineer-engineer kita, oleh orang-orang kita, sehingga keuntungannya tentu secara maksimal bisa dirasakan oleh kita, bangsa Indonesia," ucapnya.
Respons Lingkungan
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, mengatakan bahwa kerja sama ini, di antaranya, juga merespons dampak kepadatan penduduk seperti di Pulau Jawa pada lingkungan. Ia mencatat jumlah penduduk Pulau Jawa setara dengan jumlah penduduk Belanda, Malta, ditambah beberapa negara Eropa lainnya.
"Ketika kita berada di wilayah padat penduduk, kita tidak punya kemewahan dalam hal lingkungan. Karena itu, kita harus bertindak jika tidak mau kualitas sumber daya alam dan lingkungan kita nanti menurun. Karena itulah engineer hijau sangat penting," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa green engineering juga penting karena meningkatkan lapangan pekerjaan baru, terutama yang baik untuk keberlanjutan. Diketahui, perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat kebutuhan akan energi juga meningkat, tetapi pemangkasan tenaga kerja jadi marak. Isu ini menurutnya perlu direspons dengan cara yang berkelanjutan, seperti dengan pembukaan lowongan kerja hijau.
Merespons Industri
Tenaga kerja hijau ini, menurut Chaibi, juga menjadi nilai tambah di industri. Ia menjelaskan bahwa di Eropa ada pajak emisi untuk merespons kerusakan dari kegiatan industri yang berdampak pada masyarakat.
"Biaya tersebut masuk ke biaya produksi. Karena itu, para green engineer berperan besar, karena merekalah yang akan menurunkan biaya itu (dengan teknologi dan energi hijau). Dengan lebih banyak engineer hijau, akan ada lebih banyak inovasi," imbuhnya.
Peluang Gaet Investasi
Ia mengatakan para engineer hijau juga akan berperan dalam menarik investasi ke Indonesia. Chaibi menjelaskan bahwa perusahaan global yang ingin memproduksi dengan energi terbarukan akan menggaet talenta-talenta yang memahami industri hijau sekaligus memperkenalkan teknologi terbaru mereka di bidang ini, sehingga terjadi transfer teknologi antarnegara.
Untuk merespons peluang ini, sambung Chaibi, EU Green Engineering Hub menyediakan tawaran program pendidikan, beasiswa, dan lowongan kerja di institusi dan lembaga di Eropa. Platform ini diharapkan menghubungkan talenta dan universitas di Eropa dengan Indonesia.
"Ada lebih dari 190 institusi perguruan tinggi, lebih dari 1.400 program, dan lebih dari 200 beasiswa yang tersedia. Jadi ini adalah bagian dari usaha EU, yang kami sebut Global Gateway Strategy, yang mana kita mencoba untuk menghubungkan Uni Eropa dengan seluruh dunia, dengan investasi sehingga 300 juta euro selama 7 tahun," sambungnya.
Portal pendidikan, beasiswa, dan lowongan kerja di negara-negara Uni Eropa, EU Green Engineering Hub bisa diakses di https://www.greenengineer.eu/. Semoga bermanfaat, detikers!





