Dampak Harga Gas Non Subsidi Naik, Masyarakat Mengeluh Kenaikan Cukup Signifikan
Hendra April 22, 2026 05:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Harga jual brightgas atau LPG non subsidi mengalami kenaikan cukup signifikan.

Berdasarkan informasi dari website mypertamina, brightgas ukuran 5,5 kg dibandrol Rp114.000 sedangkan ukuran 12 kg menjadi Rp238.000.

Direktur PT Graha Adi Perkasa, Melvin mengatakan harga tersebut berlaku semenjak 18 April kemarin. 

"Itu harga resmi dari Pertamina, kalau eceran ya kembali ke eceran," ujarnya saat ditemui posbelitung.co pada Rabu (22/4/2026). 

Ia mengakui di awal kenaikan tersebut, masyarakat khususnya konsumennya sempat mengeluh. 

Sebab, selisih kenaikan cukup signifikan, misalnya brightgas 12 kg dari Rp202 ribu menjadi Rp238 ribu atau naik sekitar Rp36 ribu. 

Namun, saat ini kondisi penjualan sudah kembali normal seperti biasanya. 

"Kami waktu jual diawal, ada beberapa masyarakat yang mengeluh. Sempat tidak ada yang beli, tapi mungkin masyarakat udah paham kenaikan ini resmi dari Pertamina. Sekarang sih normal," ungkapnya. 

Di sisi lain, kata Melvin, semenjak setahun belakangan, masyarakat juga sudah banyak beralih dari subsidi 3kg ke brightgas. 

Sehingga penjualan gas antara subsidi dengan non subsidi sudah terbilang normal. 

"Bahkan banyak end user yang beli ke sini (agen). Boleh-boleh saja beli di sini, apalagi kami jual sesuai harga resmi Pertamina," katanya. 

Kantor PT Graha Adi Perkasa sendiri beralamat di Jalan Raya Tanjung Kelayang, Desa Batu Itam. 

Menurutnya, masyarakat bisa langsung datang membeli brightgas mulai ukuran 5,5 kg dan 12 kg  dengan harga resmi. 

"Kami tetap jual harga resmi dan buka dari pagi sampai sore," katanya. (posbelitung.co/dede suhendar) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.