SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang berupaya melakukan percepatan imunisasi Measles (campak) dan Rubella (campak Jerman) atau imunisasi MR untuk mencegah penyebaran campak semakin meluas.
Administrator Kesehatan Ahli Madya Dinkes Kabupaten Malang, Suyatno mengatakan, sebanyak 162 suspek campak terjadi pada triwulan pertama atau sepanjang Januari-Maret 2026.
Sementara, upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus morbillivirus di antaranya mengejar percepatan imunisasi MR dosis 1 dan dosis 2.
Pihaknya akan menggandeng Tempat Mandiri Praktik Bidan (TPMB) dan rumah sakit (RS) RS swasta.
"Kami menargetkan imunisasi MR ke 87.279 balita di Kabupaten Malang," kata Suyatno kepada SURYAMALANG.COM
Namun, hingga Maret 2026, baru ada 16,7 persen balita yang telah diimunisasi. Atau sejumlah 14.574 anak yang mendapatkan MR 1 dan MR 2.
Rinciannya, ada sebanyak 7.231 anak yang telah mendapatkan imunisasi dosis pertama. Semenrara untuk dosis kedua baru tercatat 7.343 anak.
Baca juga: Ratusan Driver Ojol di Kota Malang Rela Antre Demi dapat Voucher BBM Gratis dan Paket Sembako
"Di tahun lalu total balita yang telah mendapatkan imunisasi MR sebanyak 63.106 anak," tegasnya.
Sementara, sebagai upaya pencegahan dengan imunasisi MR lebih difokuskan kepada anak zero dose atau anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali.
Serta memberikan perhatian pada anak drop out at anak yang tidak melanjutkan rangkaian imunisasi dasar lengkap.
“Kami juga melakukan sweeping by name by address dan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran imunisasi,” sambungnya.
Jika dalan tahapan sweeping anak dinyatakan suspek campak, Dinkes Kabupaten Malang akan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).
Selanjutnya, petugas akan mengambil spesimen di setiap suspek lalu dilakukan konfirmasi di laboratorium apakah suspek tersebut benar campak atau tidak.
"Kami juga lakukan pelacakan kontak dan pemeriksaan kasus di sekitar suspek. Balita yang diduga campak juga harus diisolasi agar tidak menular ke orang lain," tegasnya.
Baca juga: Kisah Nenek Ruliana di Malang Gendong Cucu ke Balai RW Demi Tangkal Bahaya Campak yang Ancam Nyawa