Mahasiswa Bondowoso Pulang dari Iran, Sempat Bertahan Demi Kuliah, Ini Kisahnya
Haorrahman April 22, 2026 06:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Abdullah, mahasiswa asal Bondowoso yang menempuh pendidikan di Iran selama lebih dari tiga tahun, akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia melalui program repatriasi Kementerian Luar Negeri RI.

Pria berusia 25 tahun tersebut tiba di Bondowoso pada 16 April 2026 setelah sebelumnya bertahan di Iran meski konflik sempat pecah. Keputusan pulang diambil setelah mendapat desakan dari keluarga, khususnya sang ibu.

Abdullah tercatat sebagai mahasiswa semester 6 di Imam Khomeyni Specialized University, Kota Qom. Ia mengaku sempat tidak berniat mengikuti repatriasi karena ingin menyelesaikan studi S1 hingga 2027.

Pada awal konflik, ia bahkan memilih tidak mengisi formulir repatriasi dari KBRI. Menurutnya, kondisi di Qom masih relatif aman dibanding wilayah lain.

Baca juga: Di Tengah Keterbatasan Ujian TKA, Guru di Bondowoso Pinjamkan Laptop untuk Siswa

"Saya merasa perang ini tidak akan lama, mungkin bertahan 10 hari. Ternyata tidak," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Aktivitas Tetap Berjalan

Meski konflik berlangsung, Abdullah menyebut aktivitas pendidikan di kampusnya tidak terganggu secara signifikan. Setelah sempat diliburkan selama satu minggu akibat masa berkabung nasional, kegiatan belajar dilanjutkan secara daring.

Pasca Idul Fitri, perkuliahan kembali dilakukan secara tatap muka.

Baca juga: Satu Mahasiswa Bondowoso Kuliah di Iran Berhasil Dipulangkan  

"Pendidikan sebenarnya berjalan seperti biasa," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan komunikasi dengan keluarga sempat terhambat akibat pembatasan akses internet internasional oleh pemerintah Iran. Selama dua minggu pertama, Abdullah tidak dapat menghubungi orang tuanya.

Komunikasi baru bisa dilakukan melalui sambungan telepon langsung, meski akses dari Indonesia ke Iran tetap terbatas.

Di sisi lain, koordinasi antar mahasiswa Indonesia tetap berjalan melalui grup komunikasi yang difasilitasi KBRI.

Baca juga: Harga LPG Mahal, Pelaku Usaha di Bondowoso Siap-Siap Naikkan Harga

Kondisi Relatif Aman

Abdullah menilai Kota Qom tidak mengalami serangan intensif selama konflik berlangsung. Ia mengaku hanya dua kali melihat rudal melintas di wilayah tersebut.

Situasi berbeda terjadi di Teheran yang menurutnya mengalami serangan hampir setiap hari.

Keputusan untuk pulang akhirnya diambil setelah desakan kuat dari ibunya.

Perjalanan pulang Abdullah dimulai dari Qom menuju Baku, Azerbaijan, menggunakan jalur darat selama kurang lebih sembilan jam. Ia menyebut perjalanan tersebut aman karena berlangsung saat gencatan senjata.

Setelah proses pendataan di Baku, para WNI dipulangkan secara bertahap melalui penerbangan transit di Turki menuju Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan Bondowoso.

Baca juga: Mahasiswa Asal Jember Dievakuasi dari Iran Saat Perang, Kini Pulang

"Jalur darat itu aman karena saat itu sedang gencatan senjata," jelasnya.

Keluarga Cemas

Ayah Abdullah, Muhammad Ridho Al Khaf, mengaku hanya bisa memantau kondisi anaknya melalui media dan komunitas pelajar Indonesia di Iran saat konflik awal terjadi.

Ia menyerahkan keputusan kepada Abdullah, namun sang istri meminta anaknya segera pulang.

"Lebih baik Abdullah di sini dulu untuk menenangkan hati Umi, sementara cuti dulu," ujarnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jawa Timur, Muchamad Arif Ardiansyah, menjelaskanproses pemulangan melibatkan berbagai pihak, mulai dari KBRI, pemerintah pusat, hingga daerah.

Baca juga: Persib Bandung Dibuat Gigit Jari 2 Kali di Bursa Transfer, Persik Kediri dan Klub Iran Aktornya

Setibanya di Indonesia, Abdullah bersama empat WNI lainnya difasilitasi perjalanan dari Jakarta ke Surabaya oleh Badan Penghubung Jawa Timur, sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

"Jika nantinya ada tambahan pemulangan warga asal Jawa Timur, kami akan menyesuaikan fasilitasi dengan kebutuhan di lapangan agar prosesnya tetap berjalan lancar," ujarnya.
Abdullah dijemput keluarganya di Kantor Dinsos P3AKB Bondowoso pada 16 April 2026.

Meski telah kembali ke Indonesia, Abdullah mengaku berencana kembali ke Qom untuk melanjutkan studinya setelah situasi benar-benar kondusif.

 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.