RSUD Pongtiku Toraja Utara Persiapkan SDM Sambut Bantuan Alkes PHTC
Imam Wahyudi April 22, 2026 06:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pongtiku, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, tengah menunggu kedatangan sejumlah alat kesehatan (alkes) bantuan dari pemerintah pusat guna meningkatkan kualitas layanan medis.

Bantuan alkes tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) inisiatif Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan RI, yang difokuskan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya di daerah tertinggal, terluar, dan terjauh (3T).

Program ini juga sejalan dengan arah pembangunan kesehatan nasional 2025–2029, di antaranya melalui peningkatan kapasitas rumah sakit daerah, termasuk pengembangan RSUD dari tipe D menjadi tipe C.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Pongtiku, dr. Wilma Dian Marannu Toding, mengatakan jadwal kedatangan alkes tersebut belum dapat dipastikan.

Meski demikian, pihak rumah sakit terus mematangkan berbagai persiapan.

“Pada prinsipnya, pemerintah ingin alat itu segera beroperasi. Namun sebelum datang, harus dipastikan ruangannya siap, operator tersedia, dokter ada, hingga obat-obatan lengkap,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, pengadaan alkes merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah, yang pelaksanaannya harus melalui tahapan kesiapan yang matang.

Adapun sejumlah alat kesehatan yang direncanakan akan diterima antara lain catheterization laboratory (cat lab) untuk penanganan jantung, mamografi, layanan kemoterapi, CT scan, serta fasilitas hemodialisis (cuci darah).

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi rujukan pasien ke luar daerah, terutama untuk kasus-kasus gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan RI telah beberapa kali melakukan kunjungan untuk meninjau kesiapan rumah sakit, mulai dari kondisi ruangan, alur pelayanan, hingga akses penanganan pasien darurat.

Hal ini dilakukan agar seluruh sistem telah siap saat alat tiba.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), RSUD Pongtiku juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Jika tenaga ahli belum tersedia, akan dilakukan pelatihan maupun kerja sama dengan rumah sakit atau dokter dari luar daerah.

“Kalau SDM belum ada, kita siapkan. Ada yang dilatih, ada juga kemungkinan kerja sama dengan pihak lain. Semua itu sudah diperhitungkan, termasuk waktu pelatihannya,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pendanaan, pengadaan alat kesehatan sebagian besar bersumber dari pemerintah pusat.

Adapun pemerintah daerah tetap berperan dalam mendukung operasional dan kebutuhan pendukung lainnya.

“Ada pembagian tanggung jawab. Alat dari kementerian, sedangkan operasional seperti listrik, jaringan internet, serta pendamping tenaga medis menjadi tanggung jawab daerah,” tambahnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan saat alkes tiba, layanan kesehatan di RSUD Pongtiku dapat langsung meningkat sehingga masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.