Agnes Single Mom Bangga Anak Bisa Lolos Masuk TNI Meski Pekerjaan Ibu Hanya Driver Ojol
Ignatia Andra April 22, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Single mom atau ibu tunggal begitu gigih berjuang demi memberikan makan dan membiayai anaknya dan masa depannya.

Itulah yang dilakukan dan dialami Agnes Ervina, seorang ibu di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Seorang ibu akan melakukan apa saja demi kebahagian dan masa depan anak tercinta meskipun harus berjuang tanpa henti siang malam tak kenal waktu. 

Agnes Ervina merupakan warga Slawi Kulon, RT 02/RW03, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Cerita Agnes Ervina dalam menjalani hidup terutama pasca sang suami meninggal dunia bisa menjadi inspirasi terutama bagi single parent atau single mom di luar sana.

Ibu berusia 49 tahun ini memiliki satu orang anak yang berhasil menjadi prajurit TNI berpangkat Serda (Sersan Dua). 

Sang anak bernama Serda Natanael Arie Zeta Lumowa, saat ini bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 937/Satria Kalijaga Kabupaten Demak. 

Keberhasilan seorang anak menjadi TNI tak lepas dari sosok ibu hebat yang berjuang tanpa henti. 

Saat ditemui di Basecamp pemgemudi ojek online (Ojol) di Kelurahan Pakembaran Slawi, Kabupaten Tegal, pada Senin (20/4/2026), Agnes menceritakan kisah hidupnya menjadi pengemudi ojol yang berhasil mengantarkan sang anak menjadi TNI. 

Driver ojol

Agnes bercerita, dirinya mulai berprofesi sebagai ojek online pada 2017 tepatnya sejak awal ojol masuk ke Kabupaten Tegal. 

Memilih bekerja sebagai pengemudi Ojol karena waktu fleksibel dan bisa menyesuaikan sendiri.

Bisa sambil mengurus anak dan merawat ibunya yang sudah sangat tua. 

Agnes memutuskan menjadi Ojol setelah suami tercinta meninggal dunia pada tahun 2014 karena sakit. 

PENGEMUDI OJOL PEREMPUAN - Sosok perempuan inspiratif dari Slawi Kulon, Kabupaten Tegal, bernama Agnes Ervina sedang menjalankan profesi sebagai ojek online yakni menjemput customer di Kelurahan Pakembaran Slawi, Kabupaten Tegal, Senin (20/4/2026). Agnes Ervina merupakan sosok perempuan hebat yang menjadi single mom sejak tahun 2014 karena suaminya meninggal dunia, berkat perjuangan dan keteguhannya sang anak berhasil menjadi prajurit TNI berpangkat Serda.
PENGEMUDI OJOL PEREMPUAN - Sosok perempuan inspiratif dari Slawi Kulon, Kabupaten Tegal, bernama Agnes Ervina sedang menjalankan profesi sebagai ojek online yakni menjemput customer di Kelurahan Pakembaran Slawi, Kabupaten Tegal, Senin (20/4/2026). Agnes Ervina merupakan sosok perempuan hebat yang menjadi single mom sejak tahun 2014 karena suaminya meninggal dunia, berkat perjuangan dan keteguhannya sang anak berhasil menjadi prajurit TNI berpangkat Serda. (TRIBUN JATENG/Desta Leila Kartika)

Sebelum menjadi Ojol, Agnes pernah bekerja di gudang bumbu hasil bumi Kota Tegal selama dua tahun.

Tapi karena jarak jauh dan waktu yang susah dibagi sambil mengurus anak alhasil Agnes keluar dari gudang bumbu dan beralih profesi jadi ojol. 

"Perjuangan membesarkan anak sejak suami tiada sangat berat tapi harus tetap dijalani.

Saat itu anak saya masih SD sehingga saya harus berjuang menjadi single mom. Sampai akkhirnya tahun 2017 saya menjadi ojek online bekeja tak kenal waktu dari pagi sampai malam hari.

Di sela-sela kesibukan saya sambil mengurus anak dan ibu yang sudah sepuh," cerita Agnes, pada Tribunjateng.com, seperti dikutip TribunJatim.com, Rabu (22/4/2026).

Perjuangan seorang ibu

Aktivitas rutin Agnes, diawali beres-beres di rumah, mengurus ibu, mengantar anak sekolah baru berangkat ngojek. 

Setiap hari berangkat dari pukul 10.00 WIB sampai 23.00 WIB. 

Suka duka menjadi pengemudi ojol, Agnes mengaku sering bersinggungan atau ribut dengan ojek pangkalan (opang) karena berebut penumpang. 

Pendapatan dulu saat awal menjadi ojol lumayan karena belum banyak pengemudi ojek online yang lain. 

Awal menjadi ojek online bisa menghasilkan sampai 200 ribu per hari pemasukan bersih, lambat laun menurun karena semakin banyak driver ojek lain bermunculan. 

Penghasilan saat ini dibawah Rp100 ribu bahkan dapat Rp50 ribu menurut Agnes sudah sangat bagus. 

Hasil tersebut dari orderan pagi sampai malam sehingga sangat menurun drastis. 

Saat ini Agnes fokus menerima orderan secara offline dengan customer kebanyakan anak-anak sekolah dari SD, SMP, dan SMA. 

Baca juga: Mondar-mandir Bak Tamu Hotel, Pria ini Maling Rp 3 Juta saat Meja Resepsionis Sepi

"Pembayaran ada yang mingguan dan bulanan, selain antar jemput sekolah saya juga menerima pengantaran belanja. Ya hasil ngojek bisa membeli motor baru dan memberikan kehidupan layak bagi anak," jelas Agnes, dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Sembilan tahun menjalani profesi sebagai Ojol, pengalaman paling tidak menyenangkan pernah dapat orderan fiktif makanan sebesar Rp125 ribu ternyata setelah ke lokasi alamat tidak sesuai. 

Akhirnya makanan yang dibeli Agnes awal merupakan orderan ia makan sendiri dan saat itu posisi malam hari sekitar pukul 22.00 WIB kondisi hujan. 

Banyak pengalaman lainnya, seperti digoda atau dirayu pelanggan laki-laki, tapi Agnes memberi peringatan dan pengertian bahwa ia sedang bekerja jadi jangan menggangu. 

Pernah sekali sampai menurunkan penumpang karena sudah keterlaluan melakukan pelecehan fisik (pegang-pegang). 

"Itu yang membuat sedih yang seharusnya pulang bawa uang ini malah bawa makanan yang seharusnya tidak saya beli imbas orderan fiktif," ujar Agnes. 

Baca juga: Aturan Baru Mobil Listrik Kena Pajak, DPRD Jatim Sebut Bisa Dongkrak Pendapatan Daerah

Anak sukses lolos TNI

Di tengah kondisi yang serba terbatas, Agnes selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak semata wayangnya. 

Sang anak tergolong pintar karena bisa bersekolah di SMAN 1 Slawi Kabupaten Tegal. 

Memiliki prestasi dan aktif menjadi atlet karate menjadi modal besar bagi sang anak meraih cita-cita sebagai Tentara. 

Setelah dua kali percobaan pendaftaran menjadi TNI gagal, pada percobaan ketiga sang anak berhasil lolos dan masuk tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun atau nol rupiah. 

Diterangkan Agnes, anaknya menempuh Pendidikan Calon Bintara Tentara Nasional Indonesia (Caba TNI) di Magelang selama 5 bulan. 

Berkat doa dan perjuangan, saat ini sang anak bernama Serda Natanael Arie Zeta Lumowa, bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 937/Satria Kalijaga Kabupaten Demak. 

"Saya merasa bangga dengan anak karena tidak malu memiliki ibu yang berprofesi sebagai Ojol. Anak saya harus lebih sukses dari saya, harus memiliki kehidupan lebih baik dan mengangkat derajat orang tua," tutur Agnes. 

Agnes merupakan anak keempat dari lima bersaudara dan saat ini tinggal di rumah sang ibu sekaligus menjaganya. 

Saat muda, Agnes memiliki cita-cita sebagai arsitek. 

Adapun Agnes pernah kuliah D3 Manajemen Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta atau saat ini bertransformasi menjadi Universitas Nusa Mandiri (UNM) biaya sendiri dari hasil kerja selama tiga tahun. 

"Semisal tidak ada orderan ngojek, saya biasanya bekerja serabutan apa saja dikerjakan untuk menghasilkan uang halal seperti menjaga toko dan lain-lain," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.