Flandy Limpele hingga Gong Ruina Meriahkan Hundred Hoo Haa Cup 2026: Hendra/Ahsan Berpeluang Tampil
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hundred Hoo Haa Cup 2026 dipastikan bakal diramaikan sederet legenda bulu tangkis Indonesia maupun mancanegara.
Turnamen bulu tangkis internasional tersebut juga menarik perhatian para artis dan mantan atlet yang ingin kembali merasakan atmosfer kompetisi.
Baca juga: Perjalanan Panjang dan Jejak Juara: M Ahsan dan Vito Resmi Masuk Hall of Fame PB Djarum
Tournament Director Hundred Hoo Haa Cup 2026, Marley Mainaky, mengungkapkan sejumlah nama besar telah memastikan ambil bagian pada ajang yang akan berlangsung di Hall 1 ICE BSD City, Tangerang, 12–14 Juni 2026.
“Sampai saat ini ada beberapa legenda seperti Haryanto Arbi, Flandy Limpele, Bobby Ertanto, dan pemain dari China, Gong Ruina. Ada juga beberapa artis yang ikut. Selain itu ada teman-teman lainnya, tetapi mereka masih menunggu sampai batas akhir pendaftaran karena masih mencari pasangan,” ujar Marley dalam konferensi pers di Kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Marley juga membuka peluang tampilnya pasangan-pasangan besar bulu tangkis Indonesia yang wajahnya terpampang dalam materi promosi turnamen, seperti Hendra, Ahsan dan Debby Susanto.
“Ya, mereka sebenarnya sudah ambil bagian di kelompok senior. Untuk konfirmasinya, Debby sudah. Tinggal Ahsan dan Hendra, mereka bilang sudah mau, tetapi masih diskusi lagi,” bebernya.
Sementara itu, Co-Founder Hundred Hoo Haa Cup 2026, Marcia Hutagalung, mengatakan antusiasme peserta terus meningkat mendekati penutupan pendaftaran.
“Ya, mereka kalau turnamen seperti ini biasanya masih sibuk mencari pasangan, jadi kadang last minute. Tapi kami sudah memberi tahu kalau ini bukan sistem by WA, jadi nanti pendaftaran akan ditutup secara sistem,” ujar Marcia.
Menurutnya, hingga saat ini sudah ada sekitar 700 peserta yang mendaftar dan jumlah tersebut terus bertambah. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara.
“Sekarang sudah 700 peserta dan masih terus bertambah. Yang luar biasa, peserta dari luar negeri juga ada, seperti dari Singapura, Korea, Malaysia, Kanada, China, Taiwan, Afrika, Belanda, Kolombia, India, Vietnam, New Zealand, Australia, Thailand, dan Sri Lanka,” jelasnya.
Untuk penyelenggaraan pertandingan, panitia menggandeng perangkat pertandingan dan referee resmi PBSI guna memastikan jalannya kompetisi berlangsung profesional.
“Kita menggunakan perangkat pertandingan dan referee resmi dari PBSI. Jadi untuk order of play nanti diatur oleh PBSI. Ada drawing juga. Alasan kita memakai perangkat resmi karena mereka yang mengerti pengaturan pertandingan, misalnya kategori usia tertentu jika menang akan melawan siapa, sehingga waktunya bisa diatur dengan baik,” terang Marcia.
Selain menghadirkan persaingan lintas kategori, turnamen ini juga menawarkan total hadiah fantastis mencapai Rp2,7 miliar.
“Ya hadiah sekitar Rp2,7 miliar. Tergantung nanti kalau kuotanya penuh karena ada women single juga. Bahkan kategori usia 70 tahun juga ada. Jadi total keseluruhannya sekitar segitu,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, panitia memastikan pertandingan dapat ditonton secara gratis.
“Gratis,” kata Marcia singkat.
Meski belum masuk kalender resmi PBSI, pihak penyelenggara berharap Hundred Hoo Haa Cup dapat berkembang menjadi turnamen resmi di masa depan.
“Ya memang belum. Kedepannya rencana seperti itu. Memang saat ini masih soal poin. Kalau nanti ke depan bisa ikut yang resmi, mungkin bisa masuk. Ini kan masih perdana, jadi nanti evaluasinya bagaimana akan kita sesuaikan dulu sehingga bibitnya bisa terlihat. Karena kalau masuk PBSI itu harus punya poin resmi,” pungkasnya.