Tak Mau Temui Massa Demo, Gubernur Kaltim Malah Posting Unggahan Instagram: 'Masukan Sangat Berarti'
Candra Isriadhi April 22, 2026 07:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Setelah aksi unjuk rasa besar mengguncang Kantor Gubernur Kalimantan Timur, situasi di pusat pemerintahan tersebut masih terasa mencekam.

Pengamanan pun diperketat di sekitar kantor gubernur.

Sorotan publik kembali mengarah pada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, yang hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Tak hanya menyisakan kerusakan fasilitas fisik, akses komunikasi bagi awak media untuk mendapatkan pernyataan langsung dari orang nomor satu di Kaltim itu juga masih tertutup rapat.

KABAR POLITIK - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, berjalan meninggalkan Kantor Gubernur Kalimantan Timur menuju rumah jabatan dengan pengawalan aparat, Selasa (21/4/2026) malam, tanpa memberikan keterangan kepada wartawan usai aksi unjuk rasa berujung ricuh.
KABAR POLITIK - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, berjalan meninggalkan Kantor Gubernur Kalimantan Timur menuju rumah jabatan dengan pengawalan aparat, Selasa (21/4/2026) malam, tanpa memberikan keterangan kepada wartawan usai aksi unjuk rasa berujung ricuh. (KOMPAS.com/Pandawa Borniat)

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Rabu (22/4/2026) siang, area kantor gubernur bahkan ditetapkan sebagai "area steril".

Petugas keamanan terlihat berjaga ketat dan membatasi pergerakan wartawan di dalam kompleks perkantoran.

Para jurnalis juga dilarang mengambil gambar di area tersebut.

Larangan ini disebut-sebut merupakan instruksi langsung dari pimpinan, sehingga aktivitas peliputan menjadi sangat terbatas.

Baca juga: Sosok Hendrikus Atlet MMA Tusuk Nus Kei hingga Tewas di Bandara, Sempat Bahas Soal Pembunuh: Brutal

Upaya konfirmasi kepada Rudy Mas’ud pun belum membuahkan hasil.

Meski sempat diketahui berada di lingkungan kantor untuk beribadah, ia tidak menemui awak media.

Rudy Mas’ud justru langsung bergeser menuju rumah jabatan tanpa memberikan pernyataan apa pun, meski sejumlah wartawan telah menunggu sejak pagi.

Kondisi ini semakin menambah tanda tanya publik terkait sikap diam yang ditunjukkan gubernur pasca aksi besar tersebut.

Fasilitas Rusak dan Jejak Kericuhan

Hingga saat ini, pemulihan di kawasan depan kantor gubernur belum sepenuhnya tuntas, di mana jejak-jejak ketegangan dari aksi sebelumnya masih terlihat sangat jelas di beberapa titik. 

Pagar kawat berduri tampak masih mengelilingi area tersebut hingga ke rumah jabatan, sementara videotron di bagian depan kantor terlihat tertutup papan tripleks sebagai langkah perlindungan.

Baca juga: Siap Lawan! China Balas Ancaman Donald Trump, Siapkan Langkah Keras Hadapi Tekanan Tarif Impor AS

Kondisi lingkungan pun tak luput dari dampak kerusakan, dengan tanaman di area taman yang rusak serta tercabut, ditambah lagi dengan trotoar dan badan jalan yang dilumuri oli, diduga sisa dari dinamika aksi massa.

Selain itu, gulungan kawat berduri yang masih berserakan di trotoar kini menjadi penghambat bagi akses para pejalan kaki yang melintas di wilayah tersebut.

Aliansi Masyarakat: Fokus Kami di DPRD, Bukan Gubernur

DEMO 21 APRIL - Momen saat spanduk tulisan putih dan merah mencolok bertagar #KaltimDaruratKKN berlatar hitam pekat sepanjang sekitar 20 meter dibentangkan massa aksi 214 di halaman Kantor Gubernur Kaltim.
DEMO 21 APRIL - Momen saat spanduk tulisan putih dan merah mencolok bertagar #KaltimDaruratKKN berlatar hitam pekat sepanjang sekitar 20 meter dibentangkan massa aksi 214 di halaman Kantor Gubernur Kaltim. (Dok./HO Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim)

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, menegaskan bahwa sejak awal pihaknya tidak menargetkan pertemuan dengan gubernur.

Fokus utama massa adalah mendesak fungsi pengawasan legislatif.

“Goal kami ada di DPR Provinsi Kalimantan Timur. Alhamdulillah, tuntutan kami sudah diterima pimpinan tujuh fraksi dan disepakati."

"Tinggal kami mengawal prosesnya,” ujar Erly, Rabu (22/4/2026).

Terkait kerusakan yang terjadi, Erly menyebut komitmen awal aliansi adalah aksi damai hingga pukul 17.00 WITA.

Ia menyatakan bahwa dinamika kericuhan yang terjadi setelah jam tersebut berada di luar kendali kelompoknya.

Erly juga mengungkapkan apresiasi atas dukungan masyarakat yang memberikan donasi logistik dan dana mencapai Rp 26 juta untuk mendukung aksi tersebut.

Respons Gubernur melalui Media Sosial

Meski enggan ditemui secara langsung di kantornya, Gubernur Rudy Mas’ud memberikan tanggapan melalui unggahan di akun Instagram resminya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan masyarakat yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Masukan hari ini sangat berarti dan berkelas. Kami berharap masyarakat bisa menjadi mata dan telinga dalam melakukan perbaikan dan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” tulis Rudy dalam unggahannya.

Hingga kini, publik masih menanti respons konkret pemerintah provinsi terkait tuntutan evaluasi anggaran rumah jabatan senilai Rp 25 miliar dan pengadaan mobil mewah Range Rover seharga Rp 8,5 miliar yang menjadi pemicu utama kemarahan massa.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.