Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Dinamika Musyawarah Daerah (Musda) ke-X Partai Golkar Maluku Tengah kian menarik perhatian publik.
Forum Musda yang berlangsung Rabu (22/4/2026) siang, mendapat begitu banyak interupsi dari para peserta Musda.
Alhasil Musda yang direncanakan bakal selesai dalam sehari diprediksi molor dari rencana tersebut. Pasalnya sekira pukul 19.00 WIT forum Musda ke-X Golkar Maluku Tengah diskorsing oleh pimpinan sidang hingga selesai waktu Shalat Isya.
Para peserta yang berasal dari pengurus Golkar Provinsi hingga pengurus tingkat Kecamatan kemungkinan akan bertahan lama di Kota Masohi sebagai pusat dihelatnya hajatan lima tahunan itu.
Kepada awak media, Ketua Pantia Musda ke-X Golkar Maluku Tengah, Ishak Sitaniapessy mengatakan, sesuai pertimbangan pengurus DPD Provinsi bahwa Musda tidak boleh dihelat malam makanya hari ini digelar pada siang hari.
"Makanya ini kami akan menginformasikan DPD I, karena semua kembali ke kesiapan Panitia," ujar Sitaniapessy.
Sitaniapessy menyebut, kesiapan Panitia menggelar Musda dalam jangka waktu satu hari saja, olehnya itu panitia akan berkoordinasi dengan DPD Golkar Provinsi Maluku.
Dirinya menuturkan, jika situasi tidak memungkinkan forum ini dilanjutkan malam hari, maka otomatis akan dilanjutkan pada keesokan harinya.
Lantaran Musda masih berada di tahapan Pleno I, dan sementara diskorsing, dimana forum masih berkutat pada verifikasi SK Pengurus organisasi yang didirikan.
"Kita berdebat tadi ini soal verifikasi SK Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), ini kan ada tiga kubu ni," tukas Sitaniapessy.
Dirinya berharap Musda ke-X Golkar Maluku Tengah ini berakhir dengan cepat agar tidak membebani panitia.
"Kemarin kita minta pertimbangan pengurus provinsi tentang biaya, lalu mereka memberikan pertimbangan untuk kita sewa gedung saja. Sedangkan kamar-kamar hotel ini tidak lagi," imbuh Sitaniapessy.
Ia juga menyebut sejumlah peserta terancam tak memiliki tempat tinggal, akibat molornya waktu Musda dari perencanaan.
"Jadi teman-teman ini tidak tahu mau tinggal dimana sekarang, karena pertimbangan biaya. Setelah ini saya mau koordinasi ulang dengan DPD Golkar Provinsi bagaimana kelanjutannya, bagaimana biayanya," tutup Sitaniapessy.
Sebagaimana diketahui, tiga kandidat lolos penjaringan Bakal Calon Ketua Partai Golkar Maluku Tengah.
Mereka diantaranya, Hasan Alkatiri, Rusbani Silawane, dan Temi Talaohu. Para Bacalon Ketua Golkar Maluku Tengah ini telah mendaftarkan diri ke Panitia Musda ke-X yang dibuka pada 17 April 2026 sampai dengan 20 April 2026.
Baca juga: Kedapatan Bawa Sajam dan Bom Pipa Rakitan, Dua Pemuda Diamankan Polisi
Baca juga: Kasus Pembunuhan Nus Kei Naik Tahap Penyidikan, Polisi Kirim SPDP ke Kejari Maluku Tenggara
Membuka musyawarah, Ketua DPRD Golkar Maluku Tengah, Rudolf Lailossa, dan Sekretaris, Hasan Alkatiri.
Musda ke-X Golkar Maluku Tengah berlangsung di Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, tepat di Lounussa Beach Resort, Rabu (22/4/2026).
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi Musda ke-X dibuka sekira pukul 12.30 WIT, namun baru berjalan 30 menit atau sekitar pukul 12.53 WIT, sudah lebih dari lima peserta yang menyampaikan interupsi sesaat setelah forum dibuka.
Sampai pada tahapan pengesahan jadwal acara sidang, Hasan Alkatiri yang membacakan jadwal acara diinterupsi oleh peserta sidang yang menanyakan Surat Keputusan (SK) pengurus Partai Golkar tingkat kecamatan.
"Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, Musyawarah Daerah ke-X Golkar Kabupaten Maluku Tengah, menimbang dan seterusnya.... mengingat dan seterusnya... memperhatikan saran dan pembahasan yang berkembang dalam pembahasan jadwal acara pada Rapat Paripurna ke-X Musyawarah Daerah Golkar Kabupaten Maluku Tengah tahun 2026," ujar Hasan Alkatiri saat membacakan jadwal sidang.
Di Tengah suasana interupsi yang hampir memanas, Ketua DPD Golkar Maluku Tengah, Rudolf Lailossa berhasil meredakan situasi dengan mengajak seluruh peserta menjaga situasi tetap kondusif dalam bingkai kekeluargaan. (*)