Harga BBM dan LPG Naik, Kepala BGN Dadan Hindaya Pastikan Kualitas MBG Tetap Terjaga
Rita Lismini April 22, 2026 07:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji nonsubsidi yang memicu kekhawatiran publik, pemerintah memastikan bahwa kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dikorbankan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa fluktuasi harga energi tidak akan berdampak pada mutu makanan yang diterima masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat utama program tersebut.

Dadan menjelaskan, dalam implementasi program MBG, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpegang pada tiga komponen utama, yaitu bahan baku, operasional, dan insentif.

“Sejauh ini, kami selalu menetapkan tiga komponen, di antaranya bahan baku, operasional, dan insentif,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa kenaikan harga BBM dan elpiji berdampak pada dua aspek, yakni bahan baku dan operasional. Namun, kedua komponen tersebut dinilai bersifat fleksibel sehingga masih dapat disesuaikan tanpa menurunkan kualitas makanan.

“Makanya, fluktuasi harga tidak akan memengaruhi kualitas dari menu,” tegasnya.

Kenaikan harga energi yang terjadi sejak 18 April 2026 memang cukup signifikan. Beberapa di antaranya yaitu Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.250 per liter dari Rp13.650, Pertamina Dex menjadi Rp24.950 per liter dari Rp15.100, serta elpiji 5,5 kg naik dari Rp94 ribu menjadi Rp111 ribu.

Sementara elpiji 12 kg naik dari Rp194 ribu menjadi Rp230 ribu, dan elpiji 50 kg melonjak dari Rp832 ribu menjadi Rp1.666.000.

Kondisi tersebut berpotensi menekan biaya distribusi dan produksi pangan dalam program MBG.

Meski demikian, BGN memastikan telah menyiapkan strategi pengelolaan anggaran dan distribusi agar tetap adaptif.

Penyesuaian dilakukan pada aspek yang memungkinkan, tanpa mengurangi standar kualitas makanan.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi program MBG sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Di tengah dinamika ekonomi, pemerintah menegaskan bahwa program gizi untuk generasi masa depan tidak boleh terganggu oleh fluktuasi harga energi.  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.