TRIBUNNEWS.COM - Megawati Hangestri Pertiwi menjadi pevoli yang oleh Gresik Phonska Plus Indonesia harus diwaspadai pada Grand Final Proliga 2026.
Dalam penilaian eks Timnas Voli Putra Indonesia, Agung Seganti, Megawati Hangestri lebih dari sekadar pencetak poin ulung bagi Jakarta Pertamina Enduro.
Tetapi juga katalisator untuk mengangkat mental timnya menghadapi Gresik Phonska yang secara chemistry terjalin rapi.
Sebagai pengingat, Grand Final Proliga 2026 yang memakai sistem best of three, sektor putri mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Indonesia di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 24-26 April mendatang.
Untuk sektor putri, Agung Seganti yang pernah mengisi skuad Timnas Voli Indonesia tahun 2009 hingga 2016, menjagokan Gresik Phonska sebagai juara Proliga edisi 2026.
"Sebenarnya saya kurang mengikuti untuk sektor putri, tetap kalo (jagoan juara-red), pegangnya Gresik Phonska," buka Agung Seganti sembari tertawa ketika dihubungi Tribunnews, Rabu (22/4) sore WIB.
Alasan mengapa menjagokan Gresik Phonska karena faktor chemistry antar pemain.
Gresik Phonska mayoritas dihuni pemain tim binaan Petrokimia, yang secara koneksi di lapangan sudah terjalin padu. Berbeda halnya dengan Jakarta Pertamina Enduro yang mengontrak pemain dari beberapa klub.
"Gresik chemistry-nya bagus. Tidak hanya lokal, tetapi juga di asingnya (pemain-red)," sambung pria yang juga pernah membela tim Proliga seperti Palembang Bank SumselBabel, Jakarta Pertamina, dan Aneka Gas Sidoarjo.
"Mudah-mudahan prediksi ini enggak meleset," harapnya.
Baca juga: Legenda Voli Indonesia: LavAni Favorit Juara Proliga 2026, 3 Pemain Kunci Kesuksesan
Sementara penilaian kontras disematkan Agung Seganti kepada Jakarta Pertamina Enduro.
Tanpe mengecilkan kekuatan skuad asuhan Bulent Karslioglu, Agung Seganti memandang Megawati Hangestri Pertiwi menjadi yang paling dominan di lapangan.
Dominan dalam artian tidak semata sebagai pencetak poin, namun mentalitasnya untuk menaikkan mental rekan-rekannya menjadi nilai tersendiri dari Megawati.
"Sementara di Pertamina, Megawati paling dominan."
"Ini juga jadi warning bagi Gresik untuk menjaga ketat Megawati. Karena jika spike Mega lolos terus, bisa mengangkat moral tim, dan itu membahayakan bagi Gresik," nilai Agung Seganti yang kini masuk staf kepelatihan Kudus Sukun Badak.
Jakarta Pertamina Enduro secara peta kekuatan tak kalah mentereng dari Gresik Phonska Plus.
Pertamina Enduro sebagai juara bertahan, pada Final Four mendatangkan pevoli asal Rusia, Irina Voronkova menggantikan kompatriotnya, Yana Shcherban.
Pasangan pemain asing Irina adalah Wilma Salas dari Kuba, yang secara daya ledak serangan sangat diandalkan.
Gresik Phonska pun demikian. Duet Annie Mitchem (AS) dengan Oleksandra Bytsenko (Ukraina) menjelma sebagai tulang punggung pendulang poin, selain Mediol Yoku maupun Shella Bernadetha.
Laga ini tidak sekadar perebutan gelar juara, namun pertemuan para pemain berlabel timnas.
Setter masing-masing tim, Tisya Amallya di Pertamina Enduro serta Arneta Putri Amelian di kubu Gresik Phonska, merupakan penggawa Timnas Voli Putri Indonesia.
Selain itu Megawati dan Mediol Yoku yang berada di sisi berseberangan, pada SEA Games 2025 tahun lalu, juga bahu-membahu memperkuat Merah Putih meraih medali Perunggu.
Layak dinantikan bagaimana Grand Final Proliga 2026 putri akan berakhir. Jakarta Pertamina Enduro mengusung misi mempertahankan gelar, sementara Gresik Phonska mencari titel kampiun pertamanya di Proliga.
(Tribunnews.com/Giri)