TRIBUNSTYLE.COM - Artis sekaligus anggota Komisi IX DPR RI, Uya Kuya kembali menjadi perbincangan hangat.
Uya Kuya dituduh mempunyai 750 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tuduhan tersebut mencuat di media sosial dan memicu kehebohan.
Uya Kuya pun gerak cepat membantah tudingan tersebut.
Ia memastikan tidak memiliki satu pun dapur MBG.
Uya kemudian membuat laporan polisi agar pembuat hoaks merasakan efek jera.
Ini memang bukan kali pertama Uya diterpa hoaks. Tahun lalu, ia sempat menjadi sasaran video hoaks yang berakibat pada aksi penjarahan di rumahnya.
Momen tersebut begitu traumatis bagi Uya dan keluarga.
Lantas, bagaimana reaksi anak-anak saat kini Uya diterpa hoaks lagi?
Baca juga: Kondisi Rumah Uya Kuya yang Sempat Dijarah, Kini Diterpa Hoaks Lagi Padahal Renovasi Belum Rampung
Cinta Kuya sangat terpukul secara mental setelah sang ayah, Uya Kuya, diterpa isu hoaks. Ini bukan yang pertama bagi Uya sejak menduduki kursi anggota DPR RI.
Kali ini, Uya disebut memiliki 750 dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG), kabar yang langsung membuat keluarga terkejut. Bahkan sampai jadi sasaran hujatan netizen.
Perasaan Cinta Kuya disampaikan Uya, saat dijumpai di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
“Cinta bilang, ‘Pah ini apa lagi sih?’. Terus memang anak-anak nanya, ‘Emang Papa punya dapur?’ gitu,” kata Uya.
Menanggapi pertanyaan anaknya, Uya langsung meluruskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia menegaskan tidak memiliki satu pun dapur MBG seperti yang dituduhkan.
"Saya bilang, 'Cin, Papa sampai sekarang enggak punya satupun dapur MBG’. Terus dia bilang, ‘Terus ini apa lagi sih, Pah? Mau apa lagi dari mereka?’ gitu ya,” tutur Uya.
Lebih dari sekadar kesal, Uya menyebut Cinta merasa sedih karena keluarganya kembali menjadi sasaran fitnah di ruang publik.
“Ya Cinta sedih lah, pastilah,” ujarnya.
Baca juga: Tak Cuma Lapor Polisi, Uya Kuya Buat Sayembara Buru Pembuat Hoaks Dapur MBG: Nanti Saya Kasih Uang
Kondisi ini semakin berat karena Cinta masih mengingat kejadian traumatis pada Agustus 2025 lalu, ketika rumah keluarga mereka sempat dijarah akibat hoaks yang beredar luas di media sosial.
“Karena mereka ngalamin apa yang terjadi bulan Agustus itu akibat video-video hoaks. Video lama gue dijahit-jahit, seolah-olah gue menghina masyarakat. Padahal gue tidak pernah,” jelas Uya.
"Tapi salahnya kemarin gue tidak mengklarifikasi. Waktu itu gue diam aja,” tambahnya.
Belajar dari pengalaman tersebut, Uya kini memilih untuk tidak tinggal diam. Ia mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah akun penyebar hoaks ke Polda Metro Jaya.
“Sekarang gue enggak bisa tinggal diam. Kalau ada fitnah, ya klarifikasi," katanya.
"Walaupun gue enggak suka, tapi mau enggak mau. Ini jahat, zalim,” tegas Uya Kuya.
Uya mengungkapkan telah melaporkan sekitar 10 akun media sosial yang diduga menyebarkan fitnah tersebut. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/2746/IV/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 18 April 2026.
Langkah ini diambil setelah ia menemukan unggahan berupa foto yang telah diedit dengan narasi menyesatkan soal kepemilikan 750 dapur MBG.
Kasus ini kembali menunjukkan dampak serius dari penyebaran hoaks, yang tak hanya merusak reputasi, tetapi juga meninggalkan beban psikologis bagi keluarga yang terdampak.
(TribunStyle.com)(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)