TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU - Ibu-ibu penerima manfaat di Kabupaten Pasangkayu mengaku sangat terbantu dengan adanya program pemberian makanan tambahan (PMT) yang rutin diberikan melalui posyandu.
Program tersebut dinilai memberikan dampak positif, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, sebagai upaya pencegahan stunting.
Salah satunya diungkapkan Nurlinda, seorang ibu menyusui yang ditemui di posyandu Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Perjuangan Sunyi Kader Posyandu, Safitri Menjemput Harapan Cegah Stunting dari Rumah ke Rumah
Baca juga: Menang 2-0 OTP37 Mamuju Jaga Peluang Lolos ke Semifinal Liga 4 Sulbar
Ia mengatakan, setiap bulan saat melakukan penimbangan anak di posyandu, dirinya selalu mendapatkan makanan tambahan dengan menu yang bervariasi.
“Setiap bulan pasti dapat makanan. Menunya juga beda-beda, ada tempe, puding, bubur ayam, bubur kacang ijo, sampai buah-buahan,” ujarnya.
Menurut Nurlinda, variasi menu tersebut membuat dirinya dan anak tidak bosan, sekaligus membantu mencukupi asupan gizi harian.
Tak hanya saat menyusui, ia juga mengaku telah merasakan manfaat program tersebut sejak masa kehamilan.
“Waktu hamil juga beberapa kali dapat susu dari posyandu. Jadi dari hamil sampai menyusui memang rutin dapat,” jelasnya.
Ia menilai, pemberian makanan tambahan tersebut sangat membantu, terutama bagi keluarga yang membutuhkan tambahan asupan bergizi untuk ibu dan anak.
“Kalau untuk kami, ini sangat bermanfaat. Bisa membantu kebutuhan gizi, apalagi untuk anak supaya tumbuh sehat,” tambahnya.
Program PMT di posyandu sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka stunting, dengan memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sejak masa kehamilan hingga usia dini.
Dengan adanya program ini, para ibu berharap kegiatan posyandu terus berjalan secara rutin dan konsisten, serta menu makanan yang diberikan tetap bervariasi dan bergizi.
Mereka juga berharap semakin banyak masyarakat yang aktif datang ke posyandu, agar pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara berkala dan risiko stunting bisa dicegah sejak dini.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan