TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di tengah peringatan Hari Kartini, isu kesetaraan peran perempuan kembali mengemuka.
Khususnya terkait pilihan menjadi ibu pekerja atau ibu rumah tangga yang kerap dipertentangkan.
Padahal, keduanya memiliki tantangan dan tanggung jawab sama besar dalam membangun keluarga dan generasi masa depan.
Hal ini jadi perhatian Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi.
Cicu sapaannya menegaskan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap perempuan
Baik yang memilih berkarier maupun menjadi ibu rumah tangga.
Menurutnya, setiap perempuan memiliki hak penuh untuk menentukan jalan hidupnya tanpa harus dibandingkan.
“Jangan ada diskriminasi ibu pekerja dan ibu rumah tangga. apapun pilihan kita sebagai perempuan sebagai ibu pekerja atau ibu rumah tangga, itu kita kembalikan ke diri kita masing-masing. Yang paling Utama kita melaksanakan pilihan kita dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab," ucap Cicu dalam talkshow di Makkunrai 2026, di Mall PiPo, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar pada Rabu (22/4/2026).
"Semua dengan resiko masing-masing. Menjadi ibu pekerja memiliki tantangan, menjadi ibu di rumah memiliki tantangan. Semuanya sama, beratnya sama, tantangan sama. Streotip seperti bahwa kau cuma ibu di rumah, apalah artinya kami ibu karir diluar. Itu salah besar,” tegasnya.
Baca juga: Legislator Makkunrai Sulsel Sepakat Susun Perda Perlindungan Anak
Ia menilai, perdebatan mengenai peran perempuan tidak seharusnya dilakukan.
Sebab baik menjadi ibu rumah tangga atau pekerja, tantangannya tetap sama.
“Tantangan yang dihadapi kita sama. Itu hanya pilihan yang harus diambil. Menjadi ibu pekerja atau ibu di rumah,” lanjutnya.
Lebih jauh, Cicu menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan.
Pendidikan menjadi pondasi utama dalam menjalankan peran, baik di ranah domestik maupun publik.
“Apapun pilihan kita sebagai perempuan kita harus menjadi perempuan terdidik. Kita harus dapat pendiidkan cukup bekal sebagai ibu,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya peran ibu dalam membentuk kualitas generasi mendatang
“Saya baru baca kemarin, ternyata genetil diturunkan ibu adalah gen kecerdasan. Jadi untuk menghasilkan anak cerdas harus dari ibu yang cerdas,” katanya.
Baca juga: Alasan Cicu Sepakat Makkunrai Dijuluki Ras Terkuat di Bumi
Cicu berharap, perempuan Indonesia semakin percaya diri dalam menentukan pilihan hidupnya serta terus meningkatkan kapasitas diri.
Perempuan disebutnya tidak perlu terjebak pada stigma sosial yang membatasi peran mereka.
Makkunrai Tribun Timur berlangsung di Phinisi Point (PiPo) Makassar, pada 22–26 April 2026.
Makkunrai dibuka pimpinan umum Tribun Timur Andi Suruji, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar Andi Indrawati, Perwakilan Bank Sulselbar Rizki Mulia Pulubuhu serta Deputi Bisnis Pegadaian Area Makassar 2 Tomy Joko Tri Raharjo.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini ini menggabungkan talkshow bersama para pemimpin perempuan di Sulsel dengan expo pelaku usaha.
Berbagai sektor turut meramaikan expo, mulai dari fashion, kuliner, Dekranasda, hingga klinik kecantikan.
Kehadiran para pelaku usaha ini diharapkan mampu menciptakan ruang inspirasi dan kolaborasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Sulsel.(*)