TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Lahan seluas 53,72 hektare di Kawasan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal dibebaskan.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Kolam Retensi Nanga-nanga dengan luas tampungan 45,54 hektare dan volume tampungan 1,58 juta meter kubik.
Menurut data yang dipaparkan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, proyek ini membutuhkan anggaran senilai Rp385,3 miliar atau Rp385.342.848.000.
Kolam retensi ini diklaim mampu mereduksi banjir hingga 54,14 persen.
Selain itu, pembangunan kolam tersebut berfungsi untuk meningkatkan proses peresapan air permukaan.
Baca juga: Komitmen Atasi Banjir, Pemkot Kendari Bakal Bangun Kolam Retensi hingga Normalisasi Sungai
Adanya Kolam Retensi Nanga-nanga juga dapat difungsikan sebagai ruang terbuka, serta prasarana olahraga dan rekreasi.
Lokasi mega proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari ini telah ditinjau oleh Komisi V DPR RI, Rabu (22/4/2026) pagi tadi.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V, Ridwan Bae.
Dalam catatan Pemkot Kendari, dari total 53,72 hektare, 37,09 hektare di antaranya merupakan lahan bersengketa dan sisanya 16,63 hektare tidak bersengketa.
Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, mengatakan, wilayah Nanga-nanga masuk ke dalam koridor sungai berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Baca juga: Nikmati Indahnya Sunset dari Kolam Retensi Boulevard Kendari Sulawesi Tenggara
"Otomatis itu bukan zonasi hunian, masukan saya, karena ini sudah jadi hunian segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, " katanya.
Selanjutnya, memetakan wilayah mana saja yang rawan banjir sehingga pengerjaannya sesuai dengan linimasa yang direncanakan.
Rencana konstruksi Kolam Retensi Nanga-nanga ini dimulai 2027-2029 dengan target pembebasan lahan rampung pada 2026.
Sebagai informasi Kawasan Amohalo Baruga berjarak sekira 17 kilometer atau 36 menit dari Kantor Balai Kota Kendari.
Gedung tempat wali kota berkantor ini beralamat di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)