Diskominfotik Bangka Kolaborasi dengan Pemprov Babel hingga Pusat untuk Atasi Blank Spot
Hendra April 22, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka dalam mengatasi permasalahan blank spot di sejumlah titik.

Pasalnya, permasalahan ini menjadi urgensi tersendiri demi mewujudkan Kabupaten Bangka yang zero blank spot.

Terlebih lagi, permasalahan lemahnya jaringan seluler maupun internet di sejumlah tempat di Kabupaten Bangka tersebut dianggap dapat mengganggu pelayanan publik dasar kepada masyarakat, seperti sektor pendidikan.

Oleh karena itu, Pemkab Bangka melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Bangka melakukan banyak cara.

Mulai dari berkolaborasi dengan pemerintahan yang lebih tinggi seperti Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Pusat serta pihak swasta dengan mendorong CSR dari perusahaan provider penyedia jasa internet.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotik Bangka, Suharman, saat diwawancarai Bangkapos.com, Rabu (22/4/2026).

Dia mengatakan, ada beberapa intervensi yang telah dilakukan dalam mengatasi blank spot. Seperti misalnya di beberapa dusun di Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat yang dibantu pemasangan WiFi ke sejumlah sekolah.

“Ada beberapa daerah juga yang kita bantu usulkan bantuan berupa mobil yang menyediakan jaringan internet,” jelasnya.

Kemudian, di daerah lainnya seperti di Desa Jurung, Kecamatan Merawang yang dibantu pembangunan tower jaringan seluler dan internet.

Selain itu, di area-area publik seperti pesisir pantai di Kabupaten Bangka juga turut dipasangi WiFi publik.

“Misalnya kayak di Pantai Penyusuk Belinyu, Pantai Tanjung Ratu Sungailiat, Pantai Matras itu kita pasangi WiFi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa upaya ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan Kabupaten Bangka pada tahun 2024 silam mendapatkan bantuan penyediaan jaringan internet di 18 titik melalui program Bakti Kominfo (sekarang Bakti Komdigi).

“Tahun 2024 lalu kita dibantu di 18 titik. Tahun 2025 tidak ada karena difokuskan untuk wilayah Indonesia Timur. Tahun 2026 ini kita berharap ada lagi untuk Kabupaten Bangka,” ujarnya.

Menurutnya, dengan berbagai upaya kolaborasi antara program pemerintah pusat dengan daerah serta pihak swasta itu dapat membuat Kabupaten Bangka menjadi zero blank spot.

Selain itu, pihaknya juga mendorong kegiatan perizinan yang cepat sehingga mempermudah perizinan usaha provider penyedia jasa internet.

“Apalagi masyarakat di desa-desa itu sangat memerlukan kelancaran dalam berkomunikasi dan mengakses informasi,” imbuhnya.

Lemahnya sinyal seluler maupun internet itu terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Bangka dan tersebar di beberapa kecamatan.

Seperti yang diungkapkan oleh Suharman, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP) Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bangka.

Dia menyebut, ada beberapa daerah yang tergolong lemah sinyal, baik seluler maupun internet.

“Dalam hal ini, di daerah tersebut, misalnya hanya ada satu provider yang kencang sinyalnya, yang lainnya mungkin lemah,” kata Suharman kepada Bangkapos.com, Rabu (22/4/2026).

Seperti misalnya yang terjadi di Dusun Bukit Luwi dan Dusun Air Petaling, Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat.

Kemudian, sempat terjadi juga blank spot di Desa Jurung, Kecamatan Merawang yang kemudian telah diintervensi oleh pihak Pemprov Babel dan Pemkab Bangka untuk pembangunan tower Telkom yang sedang dalam proses dibangun.

“Kalau daerah Kecamatan Puding Besar, Kecamatan Bakam itu alhamdulillah enggak ada keluhan,” ujarnya.

Lalu, kondisi blank spot juga banyak terjadi di wilayah Kecamatan Belinyu, terkhusus di wilayah pesisir pantai.

“Kalau berdasarkan persentase, sekitar 20 persen wilayah di Kabupaten Bangka yang masih kategori blank spot. Terutama di daerah-daerah pesisir pantai,” ucapnya.

Hal itu dikarenakan kondisi sinyal di sekitar wilayah tersebut yang hanya memiliki radius pendek. Belum lagi faktor alam seperti angin kencang dan hujan yang kerap membuat sinyal menjadi lemah, bahkan hilang.

“Daerah pesisir pantai itulah yang paling sering (blank spot–red), kalau angin kencang, terus hujan biasanya sudah mulai hilang sinyalnya,” imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.