Bendungan Alami di Tanah Datar Jebol, Banjir Disertai Tanah Longsor Timbun Alat Berat dan Motor
Rezi Azwar April 22, 2026 10:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Bendungan alami yang terbentuk akibat tanah longsor di aliran Sungai Batang Muaro Samuik, Jorong Padang Laweh, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, akhirnya jebol pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Jebolnya bendungan tersebut memicu banjir yang membawa material lumpur, kayu, dan batu dengan arus deras berwarna keruh kecoklatan mengarah ke danau.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya aliran air serta kondisi jalan yang dipenuhi lumpur.

Dalam video lain, tampak satu unit alat berat tertimbun material longsor, sementara beberapa warga berada di sekitar lokasi dengan kondisi tanah yang rusak akibat bekas galodo sebelumnya.

Baca juga: PT Semen Padang Dukung Ekonomi Huntap Talang Lewat Pertanian Regeneratif Pascabencana

Wali Jorong Tanjung Sawah, Dasril Pandeka Rajo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, banjir terjadi secara tiba-tiba setelah bendungan alami itu jebol.

“Iya benar, tanah longsor yang membentuk bendungan di aliran Batang Muaro Samuik kemarin itu jebol dan menyebabkan banjir, kejadiannya sekitar pukul 12.00 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Akibat kejadian itu, satu unit alat berat yang sebelumnya digunakan untuk membersihkan aliran sungai ikut tertimbun, bersama tiga unit sepeda motor milik warga.

Satu di antaranya merupakan milik Wali Jorong Padang Laweh, sementara dua lainnya milik masyarakat.

Dasril menjelaskan, saat kejadian, operator alat berat bersama warga sedang beristirahat di warung dekat lokasi.

Baca juga: Imbas Sisa Material Banjir Bandang, Tim SAR Batasi Kedalaman Penyelaman Cari Bocah Hanyut di Padang

“Mereka sedang ngopi, lalu mendengar suara gemuruh dari arah bukit. Setelah dilihat, air sudah mengalir deras ke bawah, sehingga mereka langsung menyelamatkan diri,” katanya.

Beruntung, aliran banjir tidak mengarah ke lokasi warung maupun permukiman warga, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Meski demikian, banjir sempat membawa material yang menyumbat jembatan hingga air meluap ke badan jalan. Kondisi tersebut tidak berlangsung lama, karena air segera surut.

“Setelah surut, masyarakat langsung bergotong royong membersihkan material di jembatan, sehingga arus lalu lintas tidak terganggu,” jelasnya.

Suara gemuruh banjir juga sempat terdengar hingga ke sekolah terdekat, menyebabkan para siswa dipulangkan lebih awal karena ketakutan.

Baca juga: Turap Longsor di UIN Imam Bonjol Padang Mulai Diperbaiki, Rektor: Target Rampung September 2026

Secara keseluruhan, Dasril memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, masyarakat masih diliputi rasa khawatir akan potensi longsor susulan.

“Di bagian atas masih terlihat bekas longsoran, meski tidak menutup aliran sungai. Kami tetap was-was takut terjadi penyumbatan lagi dan memicu banjir yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak nagari telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah daerah agar segera dilakukan penanganan lebih lanjut.

Sebelumnya, tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (11/4/2026) dini hari sempat menutup aliran Sungai Batang Muaro Samuik dan membentuk bendungan alami menyerupai telaga.

Peristiwa itu bermula dari suara dentuman yang terdengar warga sekitar pukul 00.30 WIB.

Baca juga: Harga BBM dan Gas Elpiji Naik, Kepala BGN Jamin Kualitas Makan Bergizi Gratis Tetap Terjaga

Material longsor yang menumpuk diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 15 meter, sehingga menahan aliran air dan membentuk genangan luas.

Kondisi tersebut sempat dikhawatirkan berpotensi menimbulkan bencana susulan jika bendungan jebol, terutama saat hujan.

Pemerintah nagari bersama instansi terkait sebelumnya telah mengusulkan pengerahan alat berat untuk membuka material longsor dan melancarkan kembali aliran sungai guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.